Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Di Atas Panas, di Bawah Cuek

Rabu, 18 Oktober 2023 00:05 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Tensi politik di tataran elite semakin panas pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan batas usia minimum Capres-Cawapres. Saling serang dan saling buka borok semakin marak. Yang awalnya teman koalisi pun kini ada yang mendadak menjadi bermusuhan. Yang awalnya cinta berat, berubah menjadi benci dan dendam.

Tensi seperti ini diprediksi akan terus terjadi dan semakin mendidih saat mendekati pencoblosan pada 14 Februari 2024. Serangan-serangan dari masing-masing kubu akan semakin massif untuk mendegradasi lawan politik mereka.

Baca juga : Meski Panas, Tetap Fokus

Meskipun banyak imbauan agar para politisi lebih santun, hal itu tak berdampak signifikan. Sebab, hawa politik memang panas. Orang-orang yang berada di dalamnya juga lebih banyak yang panasan ketimbang yang memiliki watak kalem.

Untungnya, panasnya suhu politik di tataran elite ini tidak--atau setidaknya belum--merembet ke akar rumput. Saat ini, obral-obrolan politik di masyarakat masih landai. Di warung-warung kopi, pos ronda, pangkalan ojek, belum banyak kongkow-kongkow yang membahas politik. Di group-group WhatsApp (WA) juga tak begitu banyak membahas isu politik.

Baca juga : Anak SD Jadi Bandar Judi

Di media sosial, isu politik memang cukup ramai dibicarakan. Namun, yang terlibat perdebatan didominasi kader partai, simpatisan, aktivis, dan influencer. Untuk masyarakat umum, relatif masih santai, bahkan sebagian mungkin cuek dengan gonjang-ganjing politik yang terjadi.

Hal ini tentu menjadi kabar gembira. Semoga ini menjadi tanda bahwa masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi pertarungan politik. Masyarakat semakin paham, Pemilu merupakan rutinitas biasa dalam periodesasi kepemimpinan. Tidak perlu disikapi dengan berlebihan, apalagi membuat perpecahan.

Baca juga : Konflik Israel Vs Hamas Memanas, Saudi-Iran Makin Lengket

Kita tidak ingin panasnya suhu politik di Pemilu 2014 dan Pemilu 2019 kembali terulang. Ketika itu, "perang" tidak hanya terjadi di tataran elite. Masyarakat di akar rumput juga ikut "sikut-sikutan" dalam mendukung jagoannya. Bahkan, banyak terdengar kasus suami-istri sampai pisah gara-gara beda pilihan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.