Dark/Light Mode
Wartawan Senior
Sebelumnya
Keberhasilan mendatangkan para pemain keturunan merupakan bagian dari kemampuan dan jaringan internasionalnya.
Kalau soal dukungan penonton, jangan ditanya. Tak perlu diragukan. Seluruh dunia mengakui bagaimana fanatiknya penonton Indonesia.
Faktor-faktor ini perlu dijaga supaya sepakbola Indonesia bisa berakselerasi, konsisten dan terus melangkah lebih jauh. Bukan sekadar eforia sesaat yang kemudian hilang dalam sekejap.
Baca juga : Saatnya Bersanding Dan “Bertanding”
Shin Tae-yong misalnya. Dia dijanjikan akan diperpanjang kontraknya sampai 2027, walau penandatanganannya belum dilakukan.
Kalau pun ada klausul soal gaji, itu bisa dikompromikan. Penambahan atau kenaikan itu sebanding dengan kebahagian rakyat Indonesia atas prestasi Timnasnya.
Saat ini, Shin dikabarkan digaji sekitar satu miliar rupiah per bulan. Kalau pun ada sedikit tambahan “apresiasi” terhadap para pelatih, itu wajar.
Baca juga : Serius Menyikapi Suhu Di Timteng
Bandingkan misalnya dengan mega korupsi yang nilainya fantastis, bahkan sampai ratusan triliun, dan sangat menyakiti hati rakyat itu.
Di atas itu semua, harapan kita: Timnasnya maju, sepakbola Indonesia juga maju. Harus seiring-sejalan dalam sebuah sistem. Bukan karena orang per orang. Artinya, seluruh rantai ekosistemnya harus dibenahi. Bukan hanya timnasnya.
Karena itu, pembinaan usia muda, infrastruktur, kepelatihan, perangkat pertandingan seperti wasit, kompetisi domestik, serta sistem sepakbola nasional harus ditingkatkan kualitasnya.
Baca juga : 22 April Akan Jadi Peta Jalan
Ibaratnya, kalau Timnas udah berlari kencang menggunakan mesin terbaik, ekosistem sepakbola secara keseluruhan juga harus berperforma sama, berlari kencang dengan mesin terbaik. Jangan sampai mogok di jalan karena kurang oli atau karena mesinnya berkarat.
Timnas hanya puncak dari rangkaian proses panjang dan berantai. Termasuk proses yang dikeluhkan Shin Tae-yong tadi: pemain yang terlalu santai dan lelet. Kalau di Timnas “budaya” itu sudah hilang, mestinya di klub juga demikian.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1&8, edisi Minggu, 28 April 2024 dengan judul "Sepakbola Indonesia, STY Dan Mobil Mogok"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.