Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 adalah ujian terberat bagi umat manusia di abad 21. Bangsa yang bisa melewati masa Pandemi ini dengan selamat, akan jadi bangsa yang tangguh.
Salah satu kunci supaya bisa selamat, yang kaya wajib membantu yang miskin. Kalau yang miskin, jadi makin miskin dan kelaparan, yang kaya pun akan terpukul. Bahkan, si kaya bisa babak belur akibat krisis sosial.
Wabah virus Corona bukan hanya memukul negara berkembang, negara maju pun terseok-seok. Bahkan, negara adi kuasa, Amerika Serikat kini benar-benar terpuruk.
Di banyak negara, termasuk negeri ini, Pemerintah tidak mungkin sanggup menanggung sendiri dampak Pandemi ini terhadap orang miskin.
Baca juga : Jangan Bawa Virus Ke Jakarta
Oleh karena itu, orang-orang kaya wajib turun tangan membantu yang miskin. Mereka yang punya tabungan triliunan rupiah, saatnya menolong rakyat kecil.
Sebagian bisa dalam bentuk bantuan tunai, sebagian lagi dapat diberikan dengan cara membeli surat utang atau bond dengan imbalan bunga 2 sampai 3 persen saja per tahun. Tentu mereka pun mesti ikhlas, baru bisa mengambil bunganya setelah tiga tahun.
Pakar psikologi sosial, yang juga Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Dr Komaruddin Hidayat dalam diskusi Webinar Rakyat Merdeka Group, awal pekan ini menyebutkan, di saat susah seperti sekarang ini, orang kaya tidak boleh kenyang sendiri. Orang kaya mesti berbagi dengan yang miskin. Sebab, jika yang miskin kelaparan, yang kaya bakal kena imbasnya. Bahkan bisa ikutan mati.
Orang kaya dan orang miskin itu sesungguhnya memiliki ketergantungan yang sangat tinggi satu sama lain. Kalau orang miskin jadi makin miskin, maka apa yang diproduksi orang kaya tak akan bisa dibeli orang miskin.
Baca juga : Jangan Bawa Corona Ke Desa
Untuk itu, kita berharap, dikomandoi negara, orang kaya ikut menjaga supaya orang miskin tidak jadi makin miskin.
Caranya antara lain, berikan bantuan secara periodik kepada orang kecil selama masa Pandemi agar mereka tetap punya uang untuk membeli kebutuhan dasar.
Daya beli orang kecil tak boleh dibiarkan merosot. Ekonomi di level paling bawah tak boleh berhenti. Ini penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya krisis multidimensi.
Satu atau dua tahun ke depan, hampir semua negara akan mengandalkan ekonomi domestiknya. Pada tahap awal semua akan fokus menyelamatkan ekonomi lokalnya masing-masing. Artinya, satu dua tahun ke depan volume dan nilai perdagangan Internasional bakal menurun.
Baca juga : Sekali Lagi Jangan Mudik
Oleh karena itu, sekali lagi, orang-orang kaya wajib membantu orang kecil. Tanpa bantuan mereka, ekonomi rakyat dan ekonomi lokal sulit menggeliat lagi. Bahayanya, kalau ekonomi lokal terpuruk, bukan hanya orang miskin yang terpukul, orang kaya pun akan menderita.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.