Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Realitas ini berlaku di segala level. Ada yang cuma lahan ‘receh’, tipikal preman yang beroperasi di akar rumput. Mereka berebut menguasai lahan parkir, lapak, atau kios-kios yang sejatinya kawasan ilegal untuk itu.
Baca juga : Tata Krama & Debat
Tapi disulapnya menjadi tempat mata pencaharian liar yang uang sewanya disetor ke preman penguasa lahan. Di level elit ekonomi, penguasaan lahan terjadi dalam skala besar. Deal politik bisnis tingkat tinggi.
Transaksi perdagangannya juga triliunan. Lahan yang dikuasai juga jutaan hektar. Bukan cuma lahan dan apa yang di atasnya, tapi juga penguasaan atas segala yang ada di perut lahan.
Baca juga : Menjual Kabinet Bayangan
Inilah bisnis perut bumi yang jadi rebutan karena keuntungannya sangat menggiurkan. Inilah yang sekarang juga yang sedang diributkan. Politik telah membuat bisnis as usual menjadi seperti kejahatan. Politik memang kejam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.