Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Wartawan Senior
Sebelumnya
Kondisi ini diperparah oleh beberapa kepala daerah yang ingin kinerjanya terlihat baik. Tidak ingin terlihat banyak yang positif. Sehingga, tracing dan testingnya tidak maksimal. Tapi, ini seperti “api dalam sekam”. Membahayakan warganya.
Kalau saja tingkat testing dan tracing-nya ditingkatkan, seperti kata para ahli, yang tampak bisa jadi berkali-kali lipat jumlahnya. Memang terlihat “buruk”, tapi bisa segera diantisipasi. Rakyatnya terlindungi.
Baca juga : Awas, Klaster Nobar!
Apalagi sekarang, mobilitas penduduk antar daerah sudah longgar, lalu Covid jenis baru dari India (Delta) tingkat penularannya lebih cepat, maka alarmnya berbunyi sangat-sangat nyaring. Tidak heran kalau saat ini terjadi lonjakan kasus di 22 provinsi.
Dulu saja, saat musim mudik, ketika semua jenis transportasi dihentikan, dampaknya bisa parah, apalagi sekarang tidak ada kebijakan seperti itu. Bisa dibayangkan betapa riskannya.
Baca juga : Jangan Ada Nada Sumbang
Karena itu, segera tarik rem darurat yang tidak membingungkan. Jalankan dengan tegas dan jelas. Tingkatkan testing dan tracing. Jangan “jaim”. Sebelum semuanya terlambat. Sebelum bertambah parah di tengah angka psikologis yang siap mengancam.
Apa itu? Dua juta kasus!(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.