Dark/Light Mode

Duh, Markas Angkat Besi Ukraina Dibom Rusia

Senin, 14 Maret 2022 06:08 WIB
Lifter asal Ukraina, Dmiytro Chumak. (Foto : Ist)
Lifter asal Ukraina, Dmiytro Chumak. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Invasi Rusia terhadap Ukraina tidak hanya menghancurkan pangkalan militer Ukraina, tetapi juga fasilitas umum. Tempat latihan tim angkat besi Ukraina di wilayah Chernihiv pun tak bisa terhindar dari efek perang yang terjadi.

Misil milik tentara Rusia merobohkan bangunan stadion di kota Chernihiv yang sebagian di antaranya menjadi tempat latihan atlet angkat besi Ukraina.

Federasi Angkat Besi Eropa (EWF) memastikan bahwa tidak ada korban terluka dari pihak atlet atau ofisial tim Ukraina dalam serangan tersebut.

Baca juga : Beko, Fokus Kembangkan Penetrasi di Jawa Timur

Seluruh anggota tim angkat besi telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman sebelum serangan tersebut dilancarkan Rusia. “Mereka sekarang berada di fasilitas milik Komite Olimpiade Nasional (NOC Ukraina) di dekat Kiev,” kata Presiden EWF, Antonio Conflitti, dilansir Inside The Games.

EWF juga melakukan korespondensi dengan negara-negara tetangga Ukraina untuk menampung para atlet dan berlatih bersama. Tawaran tersebut, menurut EWF, mendapat sambutan baik dari negara-negara tetangga Ukraina yang siap mengulurkan tangan untuk membantu atlet dari Negara tersebut.

“Kami tetap menghubungi mereka setiap hari dan negara-negara tetangga juga menunjukkan kesediaan untuk menerima tim Ukraina di pusat pelatihan mereka dan melakukan pendampingan,” tutur Antonio Conflitti.

Baca juga : Dubes Chambard: Prancis Sawer Rakyat Ukraina Rp 17,14 Triliun

Sementara itu, atlet Rusia dari berbagai cabang olahraga telah dilarang tampil di pertandingan internasional. Meskipun demikian, petinggi Federasi Angkat Besi Rusia bernama Maxim Agapitov masih menjadi bagian dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Belum ada kepastian apakah Maxim Agapitov akan dilibatkan dalam rapat dewan IWF yang saat ini dalam pantauan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pemantauan dilakukan terkait kepengurusan internal yang bermasalah dan ancaman dicoret dari Paris 2024 maupun Los Angeles 2028. [JON]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.