Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Klub Liga Inggris, Wolverhampton Wanderers asuhan Gary O’Neil, melayangkan permintaan penghapusan Video Assistant Referee (VAR) di Liga Premier Inggris 2024/2025 mendatang.
VAR mulai diterapkan di Premier League pada musim 2019/2020. Ketika itu, ada harapan VAR bisa mengurangi tingkat kesalahan keputusan yang dibuat wasit lebih bantuan teknologi.
Harapan itu terwujud. VAR cukup banyak membantu wasit pada momen-momen sulit. Namun, VAR tidak selalu bisa memuaskan semua pihak. Tetap ada kontroversi dari keputusan yang diambil wasit.
Kini, ketika VAR mulai diterapkan di banyak negara, Wolverhampton justru meminta Premier League untuk menghapusnya. Wolves memasukkan ide itu pada pertemuan dengan klub-klub Premier League, Juni 2024 nanti.
Baca juga : Arsenal Vs Man City, Penentu Gelar Juara Liga Inggris
Wolves memang telah mengajukan surat resmi pada Premier League soal penghapusan VAR. Namun, keputusan resmi belum diambil pihak Premier League. Keputusan akan diambil lewat voting setiap klub pada Rapat Umum Pemegang Saham (RPUS) pada Juni 2024 nanti.
Pada suratnya, Wolves melihat VAR justru menimbulkan beberapa dampak negatif bagi sepak bola. Mereka menilai VAR merusak hubungan antara fans dan sepak bola. Lalu, VAR juga dianggap melemahkan nilai dari Premier League.
dalam suratnya, Wolves menuliskan beberapa alasan VAR dihapus dari Premier League:
Pertama, dampaknya pada perayaan gol dan gairah spontan yang menjadikan sepak bola istimewa.
Baca juga : Cedera, 3 Singa Timnas Inggris Pulang Duluan
Dua, frustrasi dan kebingungan di dalam stadion karena pemeriksaan VAR yang lama dan komunikasi yang buruk.
Tiga, suasana yang lebih bermusuhan dengan protes, cemoohan terhadap lagu Premier League dan chant menentang VAR.
Empat, melebihi target awal VAR untuk memperbaiki kesalahan yang nyata dan jelas, kini menganalisis keputusan subjektif secara berlebihan dan mengorbankan fluiditas dan integritas permainan.
Lima, berkurangnya akuntabilitas ofisial di lapangan, karena jaring pengaman VAR, menyebabkan terkikisnya otoritas di lapangan.
Baca juga : Arsenal Pesta Gol, Papan Atas Liga Inggris Memanas
Enam, kesalahan yang terus berlanjut meskipun ada VAR, dimana suporter tidak dapat menerima kesalahan manusia setelah beberapa kali menonton dan memutar ulang, sehingga merusak kepercayaan diri dalam standar wasit.
Tujuh, terganggunya tempo cepat Premier League dengan pemeriksaan VAR yang panjang dan tambahan waktu yang lebih banyak, menyebabkan pertandingan berjalan terlalu lama.
Delapan, wacana yang terus-menerus mengenai keputusan VAR seringkali membayangi pertandingan itu sendiri, dan mencoreng reputasi liga.
Sembilan, terkikisnya kepercayaan dan reputasi, dengan VAR yang memicu tuduhan korupsi yang tidak masuk akal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya