Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Kasus Pengaturan Skor

Eks Exco PSSI Hingga Pelatih Digarap Satgas Antimafia Sepakbola

Rabu, 13 Februari 2019 19:06 WIB
Mantan anggota Exco PSSI Hidayat. (Foto : istimewa)
Mantan anggota Exco PSSI Hidayat. (Foto : istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satgas anti mafia bola giliran memeriksa mantan anggota Exco PSSI Hidayat, manajer serta pelatih kesebelasan PSS Sleman berkaitan dengan pengaturan skor atau match fixing dalam pertandingan PSS Sleman vs Madura FC di Liga 2.

"Hari ini tiga orang diperiksa mereka adalah Hidayat (mantan Exco PSSI), Sismantoro (Manajer PSS Sleman), Seto Nurdiantoro (Pelatih PSS Sleman)," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

Baca juga : Agum : Biarkan Satgas Anti-Mafia Sepak Bola Bekerja

Materi yang akan ditanyakan penyidik pada ketiga saksi itu menurut Syahar terkait dugaan suap dalam pengaturan skor. Pemeriksaan ketiga saksi dilakukan di kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri, gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan. "Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan sebagai saksi di Bareskrim," ujar Syahar.

Perkara dugaan pengaturan skor di laga PSS Sleman vs Madura FC dinaikan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan oleh Satgas Antimafia Bola pada pertengahan Januari 2019. Satgas sendiri melakukan penyelidikan kasus ini sejak akhir Desember 2018 atau tak lama setelah satgas dibentuk.

Baca juga : Kasus Pengaturan Skor Akan Terbongkar Sampai Ke Akarnya

Selanjutnya masih kata Syahar penyidik akan meminta keterangan ahli pidana untuk melengkapi alat bukti perkara dan menentukan tersangka dalam perkara ini. "Kalau memang sudah cukup alat bukti, dilakukan pemberkasan untuk dikirim ke jaksa penuntut umum," katanya. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.