Dark/Light Mode

Soal Penonton Masuk Stadion, Menpora Ogah Gegabah Kasih Rekomendasi

Senin, 12 April 2021 21:54 WIB
Menpora Zainudin Amali. (Foto : Istimewa)
Menpora Zainudin Amali. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menpora RI Zainudin Amali menegaskan dirinya tidak akan gegabah  memberikan rekomendasi kegiatan olahraga yang menghadirkan penonton. Ada syarat ketat yang harus dilalui sebelum penonton masuk stadion.

Pesan itu disampaikan Menpora Amali saat menjadi narasumber program Lunch Talk Berita Satu TV secara virtual di Sitroom Kemenpora, Senayan, Jakarta.

"Sampai saat ini kita belum, karena kita belum diskusikan. Saya tidak mau gegabah karena sekarang ini pelaksanaan kegatan Piala Menpora Alhamdulillah  sampai sekarang sudah memasuki semi final prokesnya terjaga," kata Menpora Amali, Senin (12/4).

Baca juga : Grup Ciputra Gelar Vaksinasi Perdana Bagi UKM

Dijelaskan Amali, sampai saat ini, kegiatan pra musim untuk sepakbola belum dihadiri oleh penonton. Semua yang akan masuk stadion dibatasi. Maksimal 290 orang saja dari ribuan kapasitas stadion, dan itu sudah termasuk supir ambulance penjaga kemanan dan sebagainya.

"Semua yang akan masuk stadion harus sudah di swab antigen dan itu dilakukan rutin oleh panitia. Alhamdulillah sampai hari ini belum ada hal yang mengkhawatirkan. Bahkan basket yang sudah menyelesaikan pertandingannya, alhamdulillah tidak ada kasus yang muncul. Karena memang saya wanti-wanti, saya mau berikan rekomendasi kalau prokesnya serius dan disiplin," urai Menpora Amali.

Menpora mencontohkan, jika pertandingan sepakbola dilaksanakan sore hari, maka pagi harinya harus sudah diswab PCR. "Jika mereka main sore atau malam, maka jam 9 pagi harus sudah diswab PCR, bahkan ada yang bilang cenderung ketat. Jika di luar negeri selebrasi boleh pelukan kalau di Indonesia dilarang, cukup angkat tangan saja tidak harus pelukan," ujarnya.

Baca juga : Penyediaan Rusun Murah Masih Terkendala Regulasi

"Yang menjadi pedoman kita adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat kita. Oleh karena itu kita harus dukung upaya pemerintah untuk melakukan PPKM skala mikro," tambah Menpora Amali.

Pada kesempatan sama, Kasubbid Tracing Satgas Covid-19 Koesmedi Priharto menyampaikan virus Covid-19 masih banyak permasalah termasuk mutasi virusnya cukup membuat masalah di beberapa negara yang tadinya tenang akhirnya bermasalah kembali.

"Virus ini cukup ganas, menyebabkan banyak kematian dan penularan, biaya yang sudah dikeluarkan juga tidak sedikit. Upaya paling utama yakni menyadarkan masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan disiplin menerapkan 3M," katanya.

Baca juga : Vaksin Covid-19 Untuk Anak Masih Tunggu Rekomendasi

"Kami menghimbau tetap patuh protokol kesehatan. Kita tahu ada beberapa olahraga yang suporternya sukar untuk di kendalikan tapi ada juga mereka-mereka yang mudah dilakukan," tambahnya. [IPL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.