RM.id Rakyat Merdeka - Sabtu pekan lalu, pemerintah melepas hasil ekspor pertanian ke 61 negara secara serentak dari 17 pintu senilai Rp 7,29 triliun. Pada era pademi Covid-19 ini, Kementerian Pertanian memang tercatat sebagai instansi pemerintah yang nilai ekspornya paling tinggi. Hebat! Dari sekian banyak produk yang diekspor, menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ada juga beras yang dikirimkan ke Arab Saudi, walaupun dalam jumlah kecil.
Baca juga : Renungan Atas Jatuhnya Kabul
Tentu, berita ini sangat menggembirakan Presiden Jokowi. Indonesia yang biasanya “doyan” impor beras, kini ekspor beras? Tapi, Jokowi mengingatkan Menteri Pertanian untuk hati-hati. Ia berpesan supaya Kementan mendahulukan kebutuhan nasional sebelum mengekspor beras. “Dikalkulasi lagi stok yang ada, harus cukup untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.” Pesan itu, tentu sangat jitu.
Baca juga : Hiruk-Pikuk Hibah Rp 2 Triliun
Dikalkulasi lagi secara cermat produksi beras kita dan konsumsi dalam negeri.
Baca juga : Covid Peluang Memeras Orang Tertimpa Kesusahan
Baru pada awal tahun ini, Pemerintah pusat berencana melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton. Yang memberikan pernyataan ini adalah Menteri Perdagangan yang baru duduk sebagai Mendag sekitar 3 bulan. Alasannya: untuk menjaga stok beras nasional. Padahal stok beras di Bulog sudah nyaris membludak. Rencana impor 1 juta ton beras ini didukung penuh oleh Airlangga Hartanto, Menteri Koodinator Perekonomian. “Ya, 1 juta ton yang dibagi 500.000 ton untuk cadangan beras pemerintah (CBP) dan sisanya sesuai kebutuhan Bulog,” kata Airlangga. Menurut Airlangga, “Stok beras perlu dijaga karena pemerintah perlu melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama masa PPKM serta terjadi bencana di beberapa tempat yang dinilai mengancam ketersediaan pasokan beras nasional.”
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.