Dark/Light Mode

Pasien Melonjak, Rumah Sakit Penuh

Vaksin DBD Untuk Warga Tolong Digratiskan Dong

Kamis, 4 April 2024 06:50 WIB
Seorang petugas Puskesmas DKI melakukan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk aedes aegypti, nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).(Foto: Rizki Syahputra/RM)
Seorang petugas Puskesmas DKI melakukan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk aedes aegypti, nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).(Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Petugas Puskesmas, lanjutnya, melakukan berbagai upaya guna menyelamatkan pasien. Salah satunya dengan merujuk pasien tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Tiga jam setelah mendapat­kan perawatan, pasien dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya.

Kepala Seksi Pelayanan Me­dik dan Keperawatan RSUD Tamansari, Ngabila Salama mengatakan, lonjakan kasus DBD berimbas pada peningkatan BOR (Bed Occupation Rate) di RSUD Tamansari.

Baca juga : Misi Amankan Kursi Puncak

“(BOR) Naik sekitar 20-30 persen dari 60 menjadi 80-90 persen selama Maret 2024, dampak dari kenaikan kasus DBD. Akan tetapi tidak ada kasus kematian. Semua masih aman terkendali,” ucap Ngabila, Senin (1/4/2024).

Ngabila menuturkan, 70 persen kasus yang dirawat adalah anak usia SD dan SMP. Namun belum ada perubahan keparahan pada kasus DBD yang ditemukan.

Untuk mencegah komplikasi dan kematian DBD, kata Ngabila, kuncinya deteksi dini di­lanjutkan tatalaksana pemberian cairan atau rehidrasi segera.

Baca juga : Collins Pulangkan Badosa

“Jika demam 1x24 jam de­mam atau keluhan tidak mem­baik di rumah, bawa segera ke puskesmas terdekat, periksa darah dan rapid test DBD (NS1) gratis di seluruh puskesmas kecamatan Jakarta,” tegasnya.

Selain itu, dia menganjurkan warga untuk vaksin DBD. Di RSUD Tamansari membuka layanan vaksin DBD. Warga yang berminat bisa mendaftar­kan diri melalui link bit.ly.dbdrsudtamansari. Ngabila Salama bilang, efektivitas vaksin DBD mencapai 95 persen untuk mencegah sakit dan kematian akibat DBD tipe DEN 1, 2, 3, dan 4.

Kata dia, puncak DBD dipre­diksi akan terjadi pada April 2024. Karena itu, Ngabila mengajak masyarakat untuk merayakan Lebaran, mudik secara aman dan nyaman dengan vaksinasi DBD mandiri.

Baca juga : Duh, Islamophobia Di AS Makin Mengkhawatirkan

“Cukup membayar Rp 1 juta untuk dua kali penyuntikan,” ujarnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 4 April 2024 dengan judul Pasien Melonjak, Rumah Sakit Penuh, Vaksin DBD Untuk Warga Tolong Digratiskan Dong

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.