Dark/Light Mode

Pasien Melonjak, Rumah Sakit Penuh

Vaksin DBD Untuk Warga Tolong Digratiskan Dong

Kamis, 4 April 2024 06:50 WIB
Seorang petugas Puskesmas DKI melakukan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk aedes aegypti, nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).(Foto: Rizki Syahputra/RM)
Seorang petugas Puskesmas DKI melakukan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk aedes aegypti, nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).(Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Meski begitu, kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta Widyastuti, vaksinasi DBD tidak wajib di­lakukan. Sebab, belum menjadi program nasional.

“Kementerian Kesehatan me­nyampaikan (Vaksin DBD) bisa menjadi pilihan untuk ma­syarakat yang sudah siap secara mandiri (berbayar-red), “ kata Widyastuti di Balai Kota, Senin (1/4/2024).

Saat ini Pemprov DKI Jakarta belum fokus untuk melakukan vaksinasi DBD. Namun, pi­haknya terus melakukan kegiatan intervensi melalui promotif, ku­ratif, preventif dan rehabilitatif.

Baca juga : Misi Amankan Kursi Puncak

Salah satunya, mengimbau warga untuk membersihkan rumah, khususnya yang ada genangan air, terutama bagi warga yang hendak mudik.

“Supaya selama ditinggal jangan sampai ada genangan air bersih berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinkes DKI Jakarta menyebut, sudah berkoordinasi dengan Dinkes DKI untuk mengeluarkan imbauan kepada warga sebelum meninggalkan rumah dalam rangka mudik Lebaran.

Baca juga : Collins Pulangkan Badosa

Pasien DBD Meninggal

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan melapor­kan ada warga meninggal akibat DBD di wilayahnya.

“Di Kebayoran Lama pada minggu lalu, ada satu orang yang meninggal ketika di Puskesmas,” kata Kepala Sudinkes Jakarta Selatan Yudi Dimyati, Senin (1/4/2024).

Baca juga : Duh, Islamophobia Di AS Makin Mengkhawatirkan

Yudi menuturkan, saat pertama kali ke Puskesmas, pasien me­nolak ketika diminta untuk tes laboratorium. Pasien malah me­maksa pulang ke rumah. Tiga hari kemudian pasien datang kembali dengan kondisi sudah koma.

“Saat diperiksa trombosit sudah turun hanya tinggal 40 ribu dari normalnya 150 ribu,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.