Dewan Pers

Dark/Light Mode

Prediksi Pengamat, Alibaba Siap Jadi Penantang Di Ekosistem Digital Indonesia

Minggu, 12 Desember 2021 15:46 WIB
Alibaba Group. (Foto: Ist)
Alibaba Group. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
“Alibaba akan mencari perusahaan yang sejalan dan Indonesia itu adalah market yang besar. Potensi pasar kita besar, sehingga kita juga harus bisa mendapatkan keuntungan misalnya melalui kolaborasi (Alibaba) dengan pemain lokal yang prospektif, sehingga akan ada dampak ekonomi yang baik untuk Indonesia,” tambah Esther.

Dari banyak nama group besar dengan basis bisnis ekosistem digital di Indonesia, nama Sinar Mas paling banyak disebut. Meski hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai rumor yang beredar, tetapi banyak pihak sudah berspekulasi soal kemungkinan kerja sama strategis antara konglomerasi Indonesia-China ini.

Berita Terkait : PPLI Hadirkan Insinerator Terbesar Di Indonesia

Dari berbagai lini bisnis yang dimiliki Sinar Mas, Smartfren yang disinyalir memiliki posisi nilai tawar kuat untuk diakusisi Alibaba. Maklumlah, Smartfren yang sedang uji kelaikan teknologi 5G ini dianggap sejalan dengan ambisi Alibaba untuk memperkuat bisnis broadband.

"Menurut saya Alibaba tetap akan melakukan ekspansi di negara negara yang pasarnya besar termasuk Indonesia Mengenai siapa mitranya yang akan diajak, Pertama tergantung kedekatannya dengan calon mitra. Kedua, tergantung skema kerjasama apa yg ditawarkan, jika lebih menguntungkan pasti dilirik," terang Esther, saat ditanya kemungkinan kolaborasi itu.

Berita Terkait : Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Gercep Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Meski demikian, perusahaan berkode emiten FREN ini masih menyangkal kemungkinan akusisi tersebut. "Bagi Smartfren, jika dapat berkolaborasi dengan investor global diharapkan akan membuka kesempatan untuk berkembang lebih pesat. Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan mengenai hal ini yang bisa disampaikan kepada publik," ujar Antony Susilo, Direktur PT Smartcom Telecom Tbk melalui pernyataan tertulis ke otoritas bursa pada Rabu (13/10). [OKT]