Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gaet Export Center Surabaya, LPEI Buka Akses Ekspor Mamin Ke Singapura Dan Malaysia
Jumat, 17 Desember 2021 08:32 WIB
Sebelumnya
LPEI memiliki serangkaian program yang terintegrasi, untuk membantu mengatasi kendala dan hambatan yang dihadapi oleh para pelaku UKM berorientasi ekspor, baik dari aspek finansial maupun non-finansial atau dikenal dengan Program Jasa Konsultasi.
LPEI sambung Gerald, juga memberikan pelatihan melalui Program CPNE bagi pelaku UKM berorientasi ekspor atau yang belum melakukan ekspor secara mandiri, mencari peluang pasar di era digital melalui Program Marketing Handholding, dan pendampingan kepada kelompok/klaster yang berpotensi untuk melakukan aktivitas produksi komoditas unggulan secara berkelanjutan.
Baca juga : Kementan Lepas Ekspor Perdana Pet Food Ke Brunei Darussalam
"Hal ini dengan tujuan untuk peningkatan kapasitas masyarakat daerah serta pengembangan komoditas unggulan desa melalui Program Desa Devisa. Moto kami adalah #LokalyangMendunia,” ujar Gerald.
Lebih lanjut Gerald menjelaskan, mitra binaan LPEI/Indonesia Eximbank yang dinilai telah ready atau bankable dapat diberikan pembiayaan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek pembiayaan yang cermat dan seksama.
Baca juga : Dari Surabaya, Mentan SYL Lepas Ekspor Olahan Singkong Dan Kopi
Sebagai contoh ada mitra binaan CPNE asal Jawa Tengah bergerak di sektor komoditas briket arang batok, mendapatkan fasilitas pembiayaan PKE UKM di era pandemi ini.
"Dan adanya fasilitas tersebut membantu kegiatan operasionalnya, bahkan masih dapat melakukan ekspor ke kawasan Asia Timur Tengah," katanya.
Baca juga : Pemerintah Gelar Pelatihan Energi Terbarukan Bersama Nepal Dan Madagaskar
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), LPEI/ Indonesia Eximbank sukses menjalin kerja sama dan bersinergi dengan kementerian maupun lembaga terkait, untuk memberikan solusi terbaik bagi para pelaku UKM berorientasi ekspor secara finansial maupun non-finansial, guna membantu meningkatkan daya saing produk maupun jasa di pasar global.
Hingga November 2021, terdapat 2.706 pelaku UKM yang berasal di 15 kota telah mengikuti pelatihan baik secara hybrid maupun virtual, dan 75 pelaku usaha yang telah berhasil melakukan ekspor perdana melalui Program CPNE. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya