Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tingkatkan Kontribusi Pelaku Usaha Wanita
MicroMentor Targetkan Seribu UMKM Ikut Mentoring
Kamis, 27 Juni 2019 15:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perempuan Indonesia telah berkontribusi banyak terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa, khususnya melalui sektor UMKM. Untuk menangkap peluang itu, Bank Commonwealth bersama Mastercard, Mercy Corp dan Kementerian Koperasi dan UKM mensinergikan platform usaha khusus wanita dalam MicroMentor.
MicroMentor merupakan platform mentoring yang dapat membantu menghubungkan para pengusaha, profesional berpengalaman dan sukarelawan dari berbagai perusahaan, yang bersedia melakukan one to one mentoring secara gratis untuk pengusaha mikro dan kecil, khususnya perempuan pengusaha di Indonesia.
“Mengingat banyaknya kuantitas dan luasnya jangkauan lokasi pelaku usaha, maka kegiatan mentoring UMKM melalui teknologi digital. Apalagi bagi pelaku usaha wanita seperti yang dilakukan Bank Commonwealth dan Mastercard, yang menggandeng Mercy Corps Indonesia, dirasa akan lebih optimal hasil-nya,” terang Staf Ahli Menkop UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati, dalam launching MicroMentor untuk Perempuan Pengusaha di Jakarta, kemarin.
Ia melanjutkan, pihaknya juga memiliki berapa program kementerian mengenai pemberdayaan pengusaha perempuan yang bisa diakses dan disinergikan, antara lain peningkatan produktivitas kelompok ekonomi produktif wanita, menjadi koperasi melalui penguatan usaha kelompok UMKM wanita.
“Pendampingan yang dilakukan melalui platform MicroMentor antara lain adalah pemahaman tentang manajemen keuangan, kelayakan bisnis, tren pasar, mengelola pelanggan dan mengakses sumber permoda-lan,” jelasnya.
Baca juga : Benih Kentang dan Krisan, Usaha Agribisnis Menjanjikan Masyarakat Gowa
Ia menambahkan, saat ini kantor pusat atau headquarter MicroMentor ini berada di Portland, Amerika Serikat. MicroMentor juga sudah ada di beberapa negara seperti Mexico, Guatemala, Tunisia dan Yordania, serta sudah menunjukkan hasil yang signifikan dalan peningkatan usaha UMKM.
“Untuk di Asia Tenggara, Indonesia merupakan yang pertama kali mendapatkan pendampingan MicroMentor ini,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati mengatakan, dalam tahap awal peluncuran MicroMentor ini di¬harapkan bisa menjangkau 1.000 pengusaha perempuan sebagai mentees (peserta mentoring) dan 200 wirausaha profesional berpengalaman sebagai mentor. Jumlah ini diharapkan dapat terus meningkat di tahun selanjutnya.
Ia juga meyakini kontribusi pelaku jasa keuangan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, terutama kaum perempuan. Di 2014, Bank Commonwealth memulai literasi dan inklusi keuangan pada perempuan pengusaha di Indonesia dalam program Women Investment Series (WISE).
Lauren berharap, adanya pendampingan secara digital menggunakan platform MircoMentor tersebut, akan semakin meningkatkan manfaat yang didapatkan para pelaku UMKM perempuan di dalam WISEMasterclass.
Baca juga : Tingkatkan Ekonomi Desa, Kemendes Andalkan 45 Ribu BUMDes
“Perempuan Indonesia memiliki potensi yang besar dalam memajukan perekonomian, khususnya dari sisi kewirausahaan,” katanya.
Lauren kemudian mengutip data Bank Indonesia, total UMKM pada 2018 mencapai 57,83 juta dengan lebih dari 60 persen dikelola oleh perempuan, yang berarti jumlah pelaku UMKM perempuan di Indonesia men-capai 37 juta.
Di sisi lain, kontribusi perempuan pengusaha terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ternyata baru mencapai 9,1 persen, sedangkan sumbangan terhadap ekspor masih di bawah 5 persen. Dengan demikian masih terdapat ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.
Sementara, penelitian International Finance Corporation (IFC) dan USAID di 2016 mencatat, para perempuan pengusaha Indonesia sangat tertarik untuk mendapatkan informasi guna mendukung pengembangan bisnis.
Selain itu, sebagian besar perempuan pengusaha merasa lemah dalam hal manajemen keuangan, dan ingin mengambil manfaat dari pelatihan pengembangan kewirausahaan.
Baca juga : Koperasi dan UMKM Didorong Lakukan Restrukturisasi
Masih menurut penelitian tersebut, meskipun secara umum perempuan pengusaha Indonesia sangat tertarik untuk terus memperoleh informasi agar dapat mengembangkan bisnis mereka, ada sejumlah kendala yang cukup kompleks baik dari aspek sosiokultural, akses permodalan dan informasi, serta program pendampingan yang dapat membantu mereka secara menyeluruh.
Dalam kesempatan yang sama, Executive Director of Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis mengatakan, program MircoMentor telah dimulai sejak 10 tahun lalu di tingkat global.
“Hasilnya, lebih dari 80 persen pengguna mengatakan mendapatkan manfaat dalam pengembangan usahanya. Harapannya, kesuksesan yang sama bisa direplikasi di Indonesia,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya