Dewan Pers

Dark/Light Mode

Stabilkan Harga Migor Curah

Aksi Luhut Ditunggu Agen Dan Pedagang

Rabu, 8 Juni 2022 06:40 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : Instagram @luhut.pandjaitan).
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : Instagram @luhut.pandjaitan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menstabilkan harga minyak goreng (migor) curah, ditunggu-tunggu para agen dan pedagang di pasar.

Ketua Umum Komite Peda­gang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mengaku, sulit jika harus memaksakan pedagang dan agen menjual harga migor curah Rp 14 ribu per liter, sesuai HET.

“Banyak agen dan pedagang mengeluh imbas diterapkannya peraturan harga dan pembatasan penjualan migor curah oleh Pemerintah,” ujar Rosyid di Jakarta, kemarin.

Bahkan, kata dia, tidak sedikit agen dan pedagang menolak atau berhenti menjual migor curah. Ini disebabkan harga jual migor curah yang harus sesuai HET.

Berita Terkait : Ganjar Minta Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur Ditunda, Luhut Setuju

“Tapi tenang, sekarang ada Pak Luhut yang urus masalah minyak goreng Indonesia. Kami tunggu waktunya saja,” ujar Rosyid.

Selain itu, Rosyid juga mengungkapkan, pembatasan pen­jualan migor curah sebanyak 200 liter menyebabkan agen dan peda­gang tidak mau lagi menjual.

“Pedagang migor curah tak mendapatkan untung yang sepa­dan. Ditambah, harus keluar banyak modal saat menjual minyak goreng curah. Akhirnya, pilih nggak dagang,” ungkapnya.

Rosyid juga mengeluhkan soal proses distribusi penjualan, khusus­nya bagi agen dan pedagang yang berada di luar Pulau Jawa.

Berita Terkait : Ibra Absen Panjang

Dia membeberkan pengalaman­nya mendistribusikan migor curah dari Jakarta ke Kupang, Nusa Teng­gara Timur, beberapa waktu lalu.

 

Banyak kendala yang dihada­pi. Salah satunya tangki penam­pungan migor curah yang sangat minim, bahkan ada wilayah yang tidak punya tangki.

“Agen dan pedagang harus beli toren penampungan kapa­sitas minimal 1.000 liter sampai 1.200 liter,” kata Rosyid.

Luhut memastikan harga migor curah bisa turun di kisaran Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per liter, sesuai instruksi Presiden.

Berita Terkait : Walkot Nonaktif Bekasi Rahmat Effendi Segera Jalani Persidangan

Luhut mengatakan, sejumlah strategi dilakukan Pemerintah untuk menjamin ketersediaan migor, sehingga dapat dibeli dengan harga yang terjangkau.

“Kami lakukan keseimbangan industri migor dari hulu dan hilir. Kami juga cabut kebijakan larangan ekspor, dan mengubah kebijakan minyak goreng curah dari berbasis subsidi menjadi pemenuhan kewajiban pasar domestik dan kewajiban harga domestik,” jelas Luhut dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (5/6).

Tak hanya itu, Luhut juga bakal mengaktifkan semua sistem digi­talisasi masuk ke dalam aplikasi PeduliLindungi untuk menekan harga migor hingga ke level HET Rp 14 ribu per liter.

“Kami akan menindak ok­num yang melakukan monopoli dalam distribusi migor curah. Kami akan perbaiki distribusinya,” tegasnya. [NOV]