Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jadi Tempat Sampah Raksasa

PPLI Gagas Aksi Kolaboratif Selamatkan Ciliwung

Sabtu, 18 Juni 2022 18:49 WIB
Geber Ciliwung Bersih oleh PT Prasadha Pamunah Limbang Industri (PPLI) bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)
Geber Ciliwung Bersih oleh PT Prasadha Pamunah Limbang Industri (PPLI) bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan pengolah limbah bahan berbahaya (B3), PT Prasadha Pamunah Limbang Industri (PPLI) menginisiasi program kolabarotif bertajuk Gerakan Bersama atau Geber Ciliwung Bersih. Aksi ini, merupakan kegiatan sosial perusahaan atas hari lingkungan hidup sedunia pada 5 Juni lalu.

"Sekaligus menyongsong HUT DKI ke 495 pada 22 Juni mendatang dan HUT PPLI ke 28 tahun," ujar Manajer Humas PPLI, Arum Tri Pusposari di Markas Rindam Jaya, Jakarta, Sabtu (18/6).

Arum menceritakan, kegiatan ini berlangsung maraton 16-18 Juni 2022. Aksi ini, dilakukan bersama Kodam Jaya, Dinas Lingkungan Hidup DKI, Dinas Bina Marga DKI, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan DKI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI. Kemudian, lembaga kemanusiaan Indonesia Care, Brigade Relawan Nusantara dan komunitas Ciliwung Mat Peci.

Berita Terkait : Salim Segaf: Pancasila Perintahkan Kita Berkolaborasi Dalam Membangun Bangsa

Kegiatan ini, berupa aksi susur sungai dari kolong jembatan TB Simatupang, hingga dermaga II Rindam Jaya. Sejumlah pejabat turut serta dalam susur sungai ini. Yaitu, Kasdam Kodam Jaya, Kadis LH DKI, dan Presiden Direktur PT PPLI Yoshiaki Chida.

Aksi ini sekaligus melakukan penanaman pohon salak condet selalu buah maskot Jakarta, dan melepas 495 ekor bibit ikan di Sungai Ciliwung. Usai susur sungai yang berujung di Rindam Jaya, dilakukan penyerahan simbolis berupa tempat sampah besar berkapasitas 600 liter untuk ditempatkan di bantaran Sungai Ciliwung.

Acara ditutup dengan diskusi lingkungan yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan (AJPI) dengan judul Sungai Ciliwung, Sebuah Potensi yang Tenggelam.

Berita Terkait : Percepat Era Elektrifikasi, Toyota Pilih Kolaborasi Ketimbang Persaingan

Seusai melakukan aksi penelusuran sungai, Arum menilai kesadaran masyarakat membuang limbah rumah tangga dengan benar, masih jauh panggang dari api. Termasuk, di kota besar.

Sekalipun dihuni oleh mayoritas penduduk yang berpendidikan, belum berbanding lurus terhadap pola kebersihan lingkungan.

Hal itu, terlihat dengan masih banyaknya warga di bantaran sungai yang membuang sampah ke sungai karena dianggap praktis. Padahal, perilaku tersebut bakal menimbulkan malapetaka ketika musim penghujan tiba.

Berita Terkait : Hari Keempat Lebaran, Ribuan Wisatawan Serbu Pantai Pukan Belitung

Terbukti, ketika aksi, ditemukan beragam jenis sampah. Selain plastik, ada juga ban bekas, kasur, lemari, hingga alat elektronik seperti televisi, baatu baterai dan lampu tidak terpakai.

"Mereka tak sadar, barang elektronik itu merupakan limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang dapat membahayakan jiwa manusia," geregetnya. ■