Dewan Pers

Dark/Light Mode

Moratelindo Alokasikan Mayoritas Dana IPO Untuk Investasi Backbone

Rabu, 13 Juli 2022 12:01 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Mora Telematika Indonesia Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan di bidang telekomunikasi Indonesia bakal melantai melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO). Target dana yang dihimpun sebanyak-banyaknya Rp 1,03 triliun.

Direktur Utama Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak mengungkapkan, perusahaan akan melepas 2,61 miliar saham baru atau sebanyak-banyaknya 11 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Adapun nilai nominal adalah Rp 100 per saham dengan kisaran harga penawaran antara Rp 368 sampai Rp 396 per saham.

Berita Terkait : Fraksi PKS Ingatkan, Program Minyakita Bukan Untuk Kepentingan Pribadi

"Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan sekitar 85 persen untuk investasi terhadap backbone dan access termasuk dengan perangkat dan infrastruktur pasif dan aktif serta pengembangan data center," katanya dalam jumpa pers secara hybrid di Jakarta, Selasa (12/7).

Galumbang melanjutkan, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan inland cable, ducting, dan perangkat penunjang baik aktif maupun pasif infrastruktur. Backbone merupakan pembangunan jaringan baik untuk submarine cable maupun inland cable.

"Saat ini, perseroan memiliki jaringan backbone dari Jakarta-Singapura, yang terdiri dari submarine cable dan inland cable yang melintasi sepanjang pulau Sumatera, yang disebut dengan Sumatera Backbone," katanya.

Berita Terkait : CIMB Niaga Siapkan 4.432 ATM Tarik Tunai Tanpa Kartu Untuk Nasabah KB Bukopin

Perseroan juga memiliki backbone (inland cable) sepanjang pulau Jawa yang disebut dengan Java Backbone. Selain itu perseroan juga memiliki backbone dari Pulau Bali-Nusa Tenggara yang terdiri dari submarine cable dan inland cable.

Dia menegaskan, dana yang diperoleh dari penawaran umum tersebut akan digunakan untuk investasi pembangunan backbone dan access di luar jaringan yang ada serta ducting.

Seperti rencana pembangunan submarine cable dan inland cable beserta perangkat penunjang baik aktif maupun pasif infrastruktur di beberapa pulau di Indonesia. "Namun tidak terbatas pada pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi," ujar Galumbang.

Berita Terkait : Moeldoko Ajak Warga Kembangkan Potensi Desa Untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

Selain itu, dana yang diperoleh dari penawaran umum juga akan digunakan untuk peningkatan kapasitas jaringan yang sudah ada dan penambahan kapasitas jaringan yang baru.

Sedangkan sekitar 15 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan kegiatan umum usaha perseroan yaitu biaya operasional dan perawatan jaringan beserta perangkat pendukungnya, biaya instalasi perangkat ke pelanggan, dan untuk aktivitas “branding” dan promosi.

PT BNI Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam penawaran umum perdana saham perseroan.
 Selanjutnya