Dewan Pers

Dark/Light Mode

Airlangga Beberin Kinerja Pemerintah Di Ponpes Buntet

Berkat Doa Ulama, Ekonomi RI Ngacir

Senin, 8 Agustus 2022 06:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menyampaikan sambutan dalam Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2022 di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (6/08) malam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menyampaikan sambutan dalam Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2022 di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (6/08) malam.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan capaian positif kinerja Pemerintah di bidang perekonomian kepada ulama di Cirebon, Jawa Barat. Dibeberkannya, meski ekonomi dunia melambat, ekonomi kita ngacir alias tetap tumbuh.

Airlangga Hartarto mengungkapkan, ekonomi global melambat dan penuh ketidak­pastian. Namun begitu, pemulihan ekonomi nasional semakin menguat pada triwulan II-2022 dengan mencatat pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

“Sebagai menteri yang menda­pat mandat menangani pandemi Covid-19, saya ingin melihat langsung bahwa pandemi sudah berangsur pulih. Alhamdulillah, berkat dukungan para habaib, ulama dan pondok pesantren, kita menjadi negara yang ber­hasil menangani Covid-19,” kata Airlangga saat memberikan sambutan di acara Haul Al­marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet di Pondok Pe­santren Buntet Cirebon, Sabtu (6/8) malam.

Dijelaskannya, saat ini dunia sedang dihadapkan pada situasi geopolitik global yang tidak menentu sebagai imbas perang Ukraina-Rusia. Kondisi ini dis­ebut Black Swan, dan memiliki konsekuensi cukup parah.

Berita Terkait : Airlangga Yakin, Doa Ulama Bisa Bikin Ekonomi RI Tumbuh Stabil 5,2 Persen

Tak cuma itu, ketidakpas­tian global juga dipicu oleh munculnya varian baru Covid-19 dan disrupsi rantai pasok global. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi global melambat hingga 4,1 persen sampai 4,5 persen tahun ini.

Namun, Airlangga optimistis Indonesia bisa melalui tantangan ini dengan baik. Sekalipun harus menggunakan cara dan kebijakan berbeda seperti di negara lain.

“Kami optimistis, pertumbuhan ekonomi RI bisa tetap stabil di angka 5,2 persen. Bahkan, bisa tumbuh 5,4 persen di kuartal II tahun ini. Salah satunya, kar­ena doa para ulama,” kata Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pada kunjungan ini, Airlangga didampingi Menteri Perindus­trian Agus Gumiwang Kar­tasasmita, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily dan sejumlah fungsionaris Partai Golkar lainnya.

 

Berita Terkait : Peluang Resesi Kecil

Sebelumnya di tempat ter­pisah, Airlangga menyebut, ki­nerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu indikator vital dalam mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional. Menurutnya, tumbuhnya UMKM turut menjadi pemicu peningka­tan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan kesempatan kerja yang tinggi, serta pendistri­busian pendapatan masyarakat guna pemerataan ekonomi.

Peran penting UMKM tersebut dibuktikan lewat kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 60,5 persen. Serta serapan tenaga kerja menca­pai 96,9 persen dari total penyera­pan tenaga kerja nasional.

Selain itu, UMKM juga ter­bukti resilien (tahan banting) di tengah pandemi. Hal itu terlihat dari peningkatan indeks bisnis UMKM sejak kuartal III-2021 hingga kuartal II-2022.

“Mempertimbangkan berbagai kontribusi tersebut, Pemerintah terus memberikan perhatian penuh untuk mengembang­kan UMKM melalui berba­gai kebijakan,” kata Airlangga saat menyampaikan Keynote Speech secara virtual dalam acara Webinar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada: Kon­tribusi UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional-Kolaborasi Multipihak dalam Pemberdayaan UMKM, Sabtu (6/8).

Berita Terkait : Bertemu METI, Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi RI-Jepang

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi fokus uta­ma Pemerintah sesuai dengan amanat Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

RPJMN ini mengenai penguatan kewirausahaan, UMKM dan koperasi melalui strategi transformasi usaha informal men­jadi formal, transformasi digital, transformasi ke dalam rantai nilai, dan modernisasi koperasi.

“Transformasi formal di­lakukan agar UMKM dapat memperoleh kemudahan terkait akses pembiayaan, pen­dampingan, serta market sup­ply chain dengan cara terdaftar dalam Nomor Induk Berusaha,” tegasnya. [NOV]