Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng PP Muhammadiyah, BSI Perkuat Inklusi Dan Penetrasi Keuangan Syariah Nasional
Kamis, 11 Agustus 2022 19:51 WIB
Sebelumnya
Selain itu solusi pembayaran/pengeluaran (payable solution), solusi digitalisasi transaksi termasuk layanan virtual account yang memudahkan, dan layanan Ziswaf. Serta pemanfaatan produk-produk dana dan pemanfaatan produk-produk pembiayaan yang berdasarkan prinsip syariah dari BSI dalam rangka pengembangan usaha PP Muhammadiyah maupun dalam rangka mendukung kelancaran pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah.
“BSI dan Muhammadiyah juga berkolaborasi untuk pengembangan kemandirian ummah diantaranya Pengembangan Komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui kerjasama pelatihan, workshop pengembangan ekonomi berbasis syariah, pengembangan masjid dan kegiatan sosial lainnya,” ujar Hery.
Diketahui, BSI menorehkan capaian positif pada triwulan I-2022 dengan membukukan laba bersih mencapai Rp 987,68 miliar atau naik 33,18 persen secara year on year (yoy). Dari sisi penyaluran pembiayaan sebesar Rp 177,51 triliun atau tumbuh 11,59 persen secara year on year.
Baca juga : Gobel: Tahan Krisis, Rempah Dan Kuliner Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional
Sementara itu, untuk perolehan dana pihak ketiga mencapai Rp 238,53 triliun tumbuh sekitar 16,07 persen secara yoy. Dari sisi aset, pertumbuhan aset sebesar 15,73 persen secara year on year menjadi Rp 271,29 triliun.
Beberapa capaian ini menjadi semangat BSI untuk mengembangkan ekspansi bisnis selain di Indonesia, saat ini BSI tengah mendorong penetrasi di Timur Tengah, khususnya Dubai. BSI telah menyalurkan pembiayaan untuk segmen UMKM mencapai Rp 40,8 Triliun nasional dengan kualitas pembiayaan yang sangat baik. Nilai tersebut sekitar 23,05 persen dari total portofolio pembiayaan BSI.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, bila kerja sama antara PP Muhammadiyah dan BSI bisa membuat roda perekonomian umat berjalan lebih progresif. Setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian Haidar, pertama adalah bagaimana Muhammadiyah dan BSI bisa meningkatkan dan mempercepat kekuatan ekonomi umat.
Baca juga : PESONA I PTKN Perkuat Harmoni Antar Anak Bangsa Lintas Agama
Haedar menjelaskan, Muhammadiyah memiliki Amal Usaha yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya. Amal Usaha kita punya karakter tapi berbasis amal, artinya keuntungan dimanfaatkan untuk kepentingan pemberdayaan dan kemajuan masyarakat.
Ke depan harus ada langkah yang lebih progresif, usaha makin produktif dan memberi manfaat bagi umat dan bangsa. Kerja sama ini diharapkan makin memperkuat kita untuk menjadi kekuatan umat, progresif dan inti kebangkitan ekonomi umat Islam.
"Maka kerja sama ini merupakan instumen untuk mempercepat dan memasifkan gerakan itu. Sehigga ke depan Muhammadiyah bisa menjadi kekuatan umat,” ujarnya.
Baca juga : Gandeng Pramuka, ABTI Sosialisasi Cabor Bola Tangan
Kedua, lanjut Haidar, BSI harus bisa memanfaatkan potensi besar umat Islam untuk bisa meningkatkan kesejahteraan umat.
Menurutnya, saat ini umat Islam di Indonesia masih menjadi konsumen dan belum menjadi pelaku kegiatan ekonomi. “Kita harus bisa mengangkat dari saudara menjadi saudagar,” pungkas Haedar. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya