Dewan Pers

Dark/Light Mode

Selaraskan Kebijakan Kenaikan Harga BBM

BUMN Genjot Program Bantu Ekonomi Rakyat

Minggu, 11 September 2022 07:30 WIB
Ratusan kapal nelayan bersandar di dermaga saat tidak melaut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (6/9/2022). Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian BUMN berencana meluncurkan program Solusi Nelayan guna melancarkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada nelayan agar tepat sasaran pada Desember 2022 mendatang. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj).
Ratusan kapal nelayan bersandar di dermaga saat tidak melaut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (6/9/2022). Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian BUMN berencana meluncurkan program Solusi Nelayan guna melancarkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada nelayan agar tepat sasaran pada Desember 2022 mendatang. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggenjot program perusahaan pelat merah yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Program itu antara lain Solusi (Solar Untuk Koperasi) Nelayan bersinergi dengan Kementerian Koperasi UKM (Usaha Kecil dan Menengah), memperluas Program Makmur sebagai ekosistem pertanian yang terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir, Operasi Pasar oleh BUMN sektor pangan, dan perluasan pangsa pasar produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), melalui Holding Perkebunan Nusantara.

Menanggapi ini, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi langkah tersebut. Diharapkannya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan program BUMN membantu ekonomi masyarakat. Karena, penyesuaian harga BBM tak bisa dipungkiri memberikan dampak ekonomi, terutama bagi masyarakat rentan.

Berita Terkait : Elite Demokrat Dan Elite Banteng Saling Adu Data

“Ini bukti Pemerintah tidak menutup mata, ada bantuan yang diberikan, ada program lainnya untuk menjaga ekonomi masyarakat tetap berjalan baik,” ujar Mamit saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Mamit, program-program tersebut, termasuk bantuan yang diberikan Pemerintah, akan sangat berarti bagi masyarakat kelas bawah, khususnya yang ada di daerah. Meskipun dia mengakui, nilai bantuan tersebut tak seberapa dan hanya untuk jangka pendek.

Sebagai gambaran, Pemerintah menyiapkan program untuk meringankan beban masyarakat dengan memberikan BLT BBM sebesar Rp 12,4 triliun, yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga kurang mampu. Bantuan ini diberikan sebesar Rp 150.000 per bulan selama empat bulan.

Berita Terkait : Polres Malang Distribusikan 2.000 Paket Sembako

Tak hanya itu, Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp 9,6 triliun untuk membantu 16 juta pekerja, dengan pendapatan maksimum Rp 3,5 juta per bulan. Setiap pekerja akan mendapatkan bantuan Rp 600 ribu.

Selain itu, Pemerintah Daerah (Pemda) diperintahkan menggunakan 2 persen dana transfer umum senilai Rp 2,17 triliun untuk membantu angkutan umum, ojek online dan nelayan.

Mamit menilai, penyesuaian harga BBM ini tak terelakkan dan memang harus dilakukan. Ketidakstabilan harga minyak dunia turut menyebabkan ketidakpastian yang berdampak pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
 Selanjutnya