Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dana Yang Dikucurkan Capai Rp 455 Triliun
Pinjol Sukses Gaet 90,21 Juta Nasabah
Kamis, 10 November 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Di sisi demand, masyarakat harus disiapkan dengan literasi keuangan digital yang memadai. Sehingga paham akan risiko-risiko dalam bertransaksi melalui produk dan layanan keuangan digital. “Saya kira peran asosiasi cukup sentral di kedua sisi,” tegasnya.
Terpisah, Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda melihat, sejauh ini perkembangan industri fintech sangat pesat. Bahkan para pemain di industri teknologi, termasuk fintech, sedang berusaha memperluas ekosistem masing-masing perusahaan.
“Sehingga cakupan masyarakat yang menggunakan layanannya bisa semakin luas. Salah satunya dengan bergabung ke perbankan membuat bank digital,” kata Huda kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Ribuan Santri Palembang Doakan Ganjar Pranowo Sukses Di Pilpres 2024
Ia meramal, ke depan bakal lebih banyak lagi fintech dan bank yang tergabung dalam satu ekosistem. Bahkan, ekosistem tersebut tidak melulu soal fintech dengan perbankan, namun bisa bergabung dengan ekosistem perusahaan di sektor lain.
Gelar IFS & BFN Di Bali
Pemerintah bersama OJK dan Bank Indonesia (BI), serta asosiasi dan pelaku industri kembali memperkuat sinergi melalui IFS, yang akan berlangsung pada 10-11 November 2022 di Bali.
Baca juga : Aliran Dananya Ke Mana Saja?
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Pandu Sjahrir mengatakan, IFS akan kembali menghadirkan perusahaan-perusahaan fintech anggota Aftech, juga regulator seperti BI dan OJK. Serta para pemangku kepentingan lain di industri fintech, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri.
“Sebagai Asosiasi yang resmi ditunjuk oleh OJK untuk menaungi penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD), ajang IFS menjadi upaya Aftech untuk meraih visi. Yakni mendorong inklusi keuangan melalui layanan keuangan digital,” ucap Pandu di kesempatan yang sama.
Penyelenggaraan 4th IFS 2022 diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempertemukan para pendiri fintech lokal dan internasional, regulator, lembaga keuangan, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan utama lainnya, untuk membahas topik industri dan peraturan terkini, mengembangkan jejaring. Serta merumuskan strategi atau aksi advokasi guna mempercepat digitalisasi pada industri jasa keuangan, serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya