Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Kebijakan Pemerintah
Adaro Kebut Proyek Smelter Aluminium
Kamis, 11 Mei 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mendukung program hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah. Perusahaan ini memastikan proyek smelter aluminium berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2025.
Proyek smelter yang tengah digarap Adaro di Kalimantan Utara (Kaltara) ini diyakini mampu mengurangi impor aluminium.
“Kami sudah memulai aktivitas pra konstruksi untuk proyek smelter aluminium, dengan estimasi COD (Commercial Operation Date) tahap pertama kapasitas 500 ribu ton akan dicapai pada tahun 2025,” ungkap Direktur Adaro Minerals Indonesia Wito Krisnahadi seusai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2022, di Jakarta, Selasa (10/5).
Baca juga : Peringati Hardiknas, Pemerintah Perkuat Program Indonesia Pintar
Menurut Wito, kapasitas produksi sebesar 500 ribu ton hanya tahap awal. Kapasitas produksi sejatinya dapat dikerek hingga 1,5 juta ton per tahun.
Untuk memproduksi aluminium, papar Wito, perusahaan membutuhkan pasokan alumina sebanyak 1 juta ton per tahun. Dipastikannya, kebutuhan atau supply tersebut akan terpenuhi mengingat pihaknya telah meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah produsen alumina lokal dan pihak trader.
Hanya saja, finalisasi atau kepastian pasokan alumina untuk emiten berkode saham ADMR ini baru diketahui sekitar satu tahun, atau enam bulan sebelum waktu COD smelter tersebut.
Baca juga : Dirut Jadi Tersangka, Kegiatan Operasional Dan Keuangan Waskita Karya Tak Terdampak
“Sekitar 50 persen pasokan berasal dari lokal, sisanya dari trader. Tapi ini baru MoU karena COD smelter kami masih dua tahun lagi,” bebernya.
Ia meyakini, pasar yang solid dan kondisi harga yang positif pada 2022, memungkinkan perusahaan untuk mempercepat investasi pada bisnis mineral dan pengolahan mineral. Salah satunya adalah untuk menangkap peluang ekonomi hijau.
Untuk itu manajemen mempertimbangkan untuk masuk ke segmen tersebut, karena pilihan terbaik saat ini adalah berinvestasi pada pengembangan bisnis untuk memaksimalkan penciptaan nilai.
Baca juga : Ketua MPR Dukung Langkah Pemerintah Percepat Penyelesaian Papua
Di samping itu, kata Wito, manajemen menyadari peralihan dunia ke arah ekonomi hijau dan masa depan rendah karbon, yang perlu didukung dengan beberapa perubahan.
“Produk-produk kami memungkinkan perubahan-perubahan tersebut, dari batubara metalurgi untuk produksi bajasampai aluminium,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya