Dark/Light Mode

Berpotensi Berikan Nilai Tambah 10 Kali Lipat

Pengamat Dukung Bahlil Ajak Investor Bangun Hilirisasi Pasir Kuarsa

Kamis, 20 Juli 2023 16:45 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, produsen kaca dan solar panel asa China, Xinyi Group berniat menanamkan investasinya.

Yakni, dengan membangun fasilitas hilirisasi pasir kuarsa atau pasir silika di Kawasan Rempang Eco City, Batam, Kepulauan Riau.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mendukung rencana tersebut.

Pasalnya, nilai tambah yang dihasilkan dari hilirisasi pasir kuarsa diperkirakan berpotensi meningkatkan keuntungan sebesar 10 kali lipat.

"Saya kira bagus sekali selama pasirnya tadi tidak diekspor dan bisa diolah di dalam negeri kemudian nanti akan menaikkan nilai tambah. Karena ada yang mengolah dihilirkan dengan smelter sehingga itu menjadi produk yang nilai tambahnya lebih besar. Jadi itu harus didukung," ujar Fahmy, Kamis (20/7).

Hal itu, berdasarkan pengalaman dari biji nikel yang dihilirisasi dan menghasilkan nilai tambah yang cukup tinggi.

"Kalau kemudian dihilirisasi akan menghasilkan nilai tambah sekitar tadi 10 kali lipat cuma saya tidak bisa berapa pasnya karena belum punya data itu,” imbuhnya.

Baca juga : Ekonom Dukung Langkah Bahlil Ajak Investor AS Bangun Fasilitas Pengujian Baterai

Diketahui, sejak kebijakan hilirisasi dan larangan ekspor nikel diberlakukan pemerintah terhadap biji nikel telah berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Nilai ekspor biji nikel di tahun 2017-2018 hanya mencapai 3,3 miliar dolar AS atau Rp. 51,1 triliun.

Tetapi, ketika hilirisasi berjalan nilai ekspor nikel di tahun 2022 melejit hingga 30 miliar dolar AS atau Rp 465 triliun berkat kebijakan hilirisasi.

Dikatakan Fahmy, produk turunan dari hilirisasi pasir kuarsa bisa jadi berupa kaca yang nantinya akan menjadi pelengkap dari ekosistem kendaraan mobil listrik.

“Produk turunan silika tadi itu akan menjadi bahan baku misalnya apakah bahan baku kaca atau membangun kaca di Indonesia. Nah ini akan melengkapi ekosistem dari hulu sampai dengan hilir,” ungkap Fahmy.

Kemudian kaca tadi akan menjadi komponen utama dari mobil atau mobil listrik, misalnya.

"Nah saya kira ini bagus sekali. Jadi ini perlu didorong dan saya kira sangat prospektif dan menguntungkan bagi Indonesia," sambungnya.

Baca juga : Jadi Pasar Potensial ASEAN, Guru Besar Ekonomi UGM Dukung Bahlil Ajak Dubai Investasi Ke Indonesia

Namun, Fahmy mendorong supaya tidak hanya investor yang berasal dari Chin yang diundang berinvestasi ke Indonesia melainkan juga investor dari negara-negara lainnya.

Hal itu dikhawatirkan akan terjadi sentimen negatif jika terlalu dominannya investor Cina dapat menimbulkan harga pasar yang didikte oleh satu pihak saja.

“Kalau bisa itu undang investor lain jadi tidak hanya dari Cina karena saya kira akan menimbulkan sentimen yang kurang baik, akan menimbulkan dominasi dari investor smelter dari Cina, khawatir dia bisa mendikte harga jual di bawah harga pasar,” ungkapnya.

Fahmy menambahkan, Bahlil juga harus menggandeng investor dalam negeri untuk terlibat di program hilirisasi pasir kuarsa supaya dapat mengimbangi harga pasar dan turut serta dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

“Misalnya juga ada dari pengusaha dalam negeri, itu bisa mengimbangi sehingga harga yang ditentukan itu bisa mencapai harga keekonomian Namun kalau dominasi semua dari China, dia bisa mendikte untuk menetapkan harga tadi dan itu bisa merugikan bagi penambang dari Indonesia tadi,” ucapnya.

“Kita tidak melarang investor dari Cina, tapi bagaimana Pak Bahlil mencari investor juga di luar China tadi supaya ada keseimbangan atau juga mendorong para pengusaha Indonesia agar membangun smelter,” tukas Fahmy.

Sebelumnya, Menteri Bahlil dalam kunjungannya ke fasilitas produksi Xinyi Group di Wuhu, China mengatakan produsen terbesar kaca terbesar di dunia itu akan membangun hilirisasi pasar kuarsa di dalam negeri.

Baca juga : Dokter Forensik: Pelaku Penembakan MUI Tewas Karena Serangan Jantung Dan Infeksi Paru

"Saya lihat Xinyi adalah salah satu pemain yang terbesar di dunia yang insyaallah akan melakukan investasi di Indonesia, di Rempang," kata Bahlil.

Bahlil mengungkapkan, kunjungan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mendorong hilirisasi dalam berbagai sektor industri.

"Selama ini kan kita telah melakukan hilirisasi nikel. Kita mempunyai komoditas pasir kuarsa, silika yang selama ini kita ekspor raw material. Dengan kita membangun ekosistem pabrik kaca dan solar panel, ini merupakan bagian daripada hilirisasi di sektor pasir kuarsa," jelas Bahlil.

Sementara itu, CEO Xinyi Group Gerry Tung menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kemudahan dalam penanaman modal di Indonesia.

Meningkatnya iklim investasi dan potensi ekonomi Indonesia merupakan salah satu faktor yang mendorong Xinyi Group memutuskan untuk menambah investasinya di Indonesia.

"Kita selama beberapa tahun ini sudah memperhatikan bahwa investasi di Indonesia sangat bagus. Telah banyak perubahan. Kita sudah investasi di Gresik, sekarang karena kita melihat perkembangan sangat bagus jadi kita tertarik untuk berkembang ke industri yang baru, termasuk yang di Batam ini,” ungkap Gerry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.