Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

YLKI Soroti Batalnya Pengenaan Cukai Minuman Berpemanis

Sabtu, 29 Juli 2023 11:05 WIB
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI, Tulus Abadi. (Foto: Ist)
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI, Tulus Abadi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana pengenaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan pada 2023 berjalan anti klimaks. Pasalnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatalkan rencana tersebut.

“Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Askolani, telah membatalkan wacana tersebut dengan berbagai alasan. Intinya, Pemerintah tidak akan mengenakan cukai pada minuman berpemanis pada 2023 dan akan mengenakannya pada 2024,” ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi dalam keterangannya, Sabtu (29/7).

Baca juga : Aktivasi Bandara Kertajati, Pemprov Jabar Cari Mitra Strategis

Tulus mengatakan, tingginya konsumsi minuman berpemanis terbukti berkontribusi signifikan terhadap tingginya kasus kegemukan dan obesitas di kalangan anak dan remaja. “Yang kemudian klimaksnya adalah tingginya penyakit tidak menular, terutama penyakit diabetes melitus,” katanya.

Tulus menilai, pembatalan itu lebih terkesan klise belaka karena sejatinya Pemerintah tak punya nyali yang cukup atas tekanan pihak industri. Padahal pengenaan cukai minuman berpemanis tidak berdampak signifikan pada penurunan keseluruhan pendapatan industri tersebut. 

Baca juga : Bangun SMKN Gratis Di Tengah Hutan, Ganjar Siapkan Generasi Unggul Dan Berprestasi

Berdasarkan survei CISDI, dampak kenaikan cukai memang sebagian konsumen akan stop mengonsumsi, namun sikap ini akan diikuti dengan migrasi mengonsumsi Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK). Artinya penurunan pendapatan industri akibat turunnya konsumsi minuman berpemanis, akan tergantikan dengan pendapatan dari peningkatan konsumsi AMDK.

“Sebab industri minuman berpemanis juga memproduksi AMDK,” katanya.

Baca juga : OJK Terbitkan Aturan Penggunaan Jasa Akuntan

Dia juga pesimis, Pemerintah berani mengenakan cukai minuman berpemanis pada 2024. Sebab, tahun depan puncak tahun politik yakni pemilu 2024. “Dari sisi politis, ini hal yang mustahil kebijakan tersebut akan dieksekusi,” katanya. 

Oleh karena itu, kata dia, demi melindungi konsumen dan masyarakat luas, YLKI meminta Presiden Jokowi untuk tetap mengenakan cukai minuman berpemanis pada tahun ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.