Dark/Light Mode

Top, Laba Bank Mandiri Melesat Rp 25,2 Triliun

Selasa, 1 Agustus 2023 07:30 WIB
Jajaran Direksi Bank Mandiri memberikan paparan publik kinerja Bank Mandiri Triwulan II-2023, di Jakarta, Senin (31/7). Hadir dalam acara ini, dari kiri, Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Utama Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar dan Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo. (Foto: AMA/Rakyat Merdeka/RM.id)
Jajaran Direksi Bank Mandiri memberikan paparan publik kinerja Bank Mandiri Triwulan II-2023, di Jakarta, Senin (31/7). Hadir dalam acara ini, dari kiri, Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Utama Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar dan Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo. (Foto: AMA/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Kinerja emiten berkode sahak BMRI ini juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah menyentuh 25,8 persen, atau naik 275 basis poin (bps) secara yoy. Sementara posisi Net Interest Margin (NIM) bank only terjaga solid di level 5,30 persen.

Tak hanya itu, sambung Darmawan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Mandiri konsisten menjaga kualitas aset. Hal ini tercer­min dari posisi Non Performing Loan (NPL) bank only yang melandai ke level 1,53 persen per Juni 2023.

Posisi tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan periode Juni 2022 di level 2,47 persen atau telah turun sebesar 94 bps.

Baca juga : Joss, Laba Bank Mandiri Tembus Rp 25,2 Triliun

Dalam menjaga kualitas aset, Bank Mandiri telah membentuk pencadangan yang memadai.

Sampai dengan kuartal II-2023 Bank Mandiri telah menyiapkan pencadangan yang cukup, dengan NPL Coverage ratio bank only mencapai 342,2 persen.

“Atau meningkat dari posisi kuartal II tahun sebelumnya yang sebesar 274,5 persen,” tutur Darmawan.

Baca juga : Laba Bersih CIMB Niaga Melesat 27,6 Persen Tembus Rp 3,23 Triliun

Sampai dengan akhir Juni 2023, posisi restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 Bank Mandiri makin landai menjadi Rp 26,6 triliun. Jumlah ini sudah jauh lebih rendah dari Juni 2022 di po­sisi Rp 58,2 triliun, atau menurun 54,3 persen secara yoy.

Penurunan ini didorong oleh pelunasan dan pembayaran cicilan debitur, dan bisnis para debitur yang sudah kembali normal.

Berkat disiplin dalam mengimplementasikan manajemen risiko, biaya kredit atau Cost of Credit (CoC), Bank Mandiri secara bank only pun berhasil ditekan menjadi 0,98 persen per Juni 2023.

Baca juga : Rupiah Awal Pekan Melesat Ke Rp 15.088

“Jauh lebih baik bila dibandingkan periode setahun sebelumnya 1,27 persen,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.