Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pertumbuhan Kredit Lambat

Ketua OJK Pede Sektor Keuangan Tahan Banting

Sabtu, 5 Agustus 2023 07:30 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil Rapat De­wan Komisioner Bulanan (RDK) OJK Juli 2023 secara virtual, Kamis sore (3/8). (Foto: Ist)
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil Rapat De­wan Komisioner Bulanan (RDK) OJK Juli 2023 secara virtual, Kamis sore (3/8). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang stabilitas industri jasa keuangan nasional masih terjaga dan resilient meskipun pertumbuhan kredit melambat. Sebab, sektor tersebut memiliki likuditas memadai dan permodalan yang solid.

Dari catatan OJK, pada Juni 2023, kredit tumbuh positif 7,76 persen secara tahunan (year on year/yoy), melambat dibanding­kan pertumbuhan bulan sebelumnya atau Mei 2023 sebesar 9,39 persen.

Baca juga : Kredit Juli Melambat, OJK Pastikan Keuangan Dalam Negeri Tetap Tahan Banting

Hal ini terjadi diduga oleh realisasi belanja Pemerintah yang terlambat. Maklum, be­lanja Pemerintah menjadi pen­dorong ekonomi dan mening­katkan kebutuhan pembiayaan pelaku usaha.

“Meski penyaluran kredit melambat pada Juni 2023, na­mun OJK menilai sektor jasa keuangan tetap tahan banting,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil Rapat De­wan Komisioner Bulanan (RDK) OJK Juli 2023 secara virtual, Kamis sore (3/8).

Baca juga : Ace: Kader Golkar Tahan Godaan Uang

Tak hanya itu, OJK menye­but, sejalan dengan pengetatan likuiditas global, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh melambat jadi 5,79 persen yoy per Juni 2023, dibandingkan 6,55 persen per Mei 2023.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini mengatakan, keper­cayaan diri tersebut dilihat dari perkembangan perekonomian global masih menunjukkan di­vergensi pemulihan, dengan pertumbuhan ekonomi AS jauh lebih baik dari ekspektasi.

Baca juga : BPK Beri Predikat WTP Laporan Keuangan Kementan Tahun 2022

Yaitu di triwulan II-2023 tumbuh sebesar 2,4 persen, dibanding proyeksi The Fed sebesar 1,0 persen sepanjang 2023 dan dengan tingkat inflasi terus menurun.

“Secara umum kinerja per­ekonomian global masih lebih baik dari perkiraan awal,” tutur mantan Wakil Menteri Keuangan ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.