Dark/Light Mode

Jakarta Masih Dihantui Masalah Kualitas Udara

Ayo Kurangi Polusi & Kemacetan Dengan Naik MRT

Sabtu, 9 September 2023 20:57 WIB
Stasiun MRT Jakarta.  (Foto: Istimewa)
Stasiun MRT Jakarta. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Senada, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengimbau, pentingnya koordinasi antar-pemangku kepentingan di daerah untuk pelaksanaan transportasi massal. Terutama untuk memastikan penerapan kebijakan push and pull dan penyediaan infrastruktur pendukung transportasi dengan program buy the service (BTS).

“Program BTS harus selaras dengan perencanaan dan pengembangan angkutan umum di daerah. Penting akan kolaborasi dan sinergitas dengan operator lokal sebagai mitra, bukan pesaing,” tegasnya kepada Rakyat Merdeka.

Pemda, juga mesti komitmen menyiapkan dukungan anggaran dan kelembagaan. Kemudian, memastikan operator program BTS memperbaiki standar pelayanan minimal (SPM).

Djoko menyebut, sejak 2022, ada 11 kota yang sudah menerima bantuan penyelenggaraan transportasi umum perkotaan. Yakni, 10 kota Program Teman Bus disubsidi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub. Hanya satu kota oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Baca juga : Panasonic Bantu Pemerintah Kurangi Dampak Polusi Udara Lewat Teknologi Nanoe X

Dia mengingatkan, penyediaan transportasi umum perkotaan adalah amanat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Ketentuan UU LLAJ itu diperkuat dengan Peraturan Menteri Nomor 9 tahun 2020 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum Perkotaan.

“Dalam program BTS, pemerintah membeli 100 persen layanan dari operator. Operator menjadi mitra dengan standar pelayanan minimal. Diharapak dengan begitu terjadi kerja sama dalam mengatasi permasalahan yang ada termasuk polusi dan kemacetan,” ujarnya.

Optimalkan Fungsi Vehicle Sharing

Baca juga : Setelah Diguyur Hujan Buatan, Apakah Kualitas Udara Di Jakarta Membaik?

 

Salah satu kereta andalan yang digunakan MRT Jakarta. (Foto: Istimewa)

Selanjutnya, Iqbal Bimo mengatakan, dalam mendorong penggunaan transportasi massal dengan mengurangi bahan bakar fosil, MRT Jakarta memberikan usulan pengoptimalan penggunaan jemputan karyawan dan bus elektrik.

“Dalam rangka mengoptimalkan fungsi vehicle sharing dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, serta memaksimalkan fungsi MRT Jakarta dan Transjakarta sebagai middle-mile transportasi elektrik massal untuk mengurangi kadar polusi di udara,” jelas Iqbal.

Ia menyebutkan, fungsi vehicle sharing ini dilatari oleh beberapa tantangan yang dihadapi karyawan/pekerja di Jakarta. Waktu komuting yang lama, banyaknya penggunaan kendaraan bermotor pribadi, sistem integrasi transportasi publik, dan transit kendaraan pribadi ke transportasi publik yang belum optimal mengakibatkan tingginya tingkat kemacetan di Jakarta yang berkontribusi kepada peningkatan tingkat polusi di udara.

Baca juga : WFH Hari Kelima, Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Masih Tidak Sehat, Depok Parah

“Kemacetan dan tingkat polusi yang tinggi pada akhirnya menimbulkan tingkat stress lebih tinggi pada karyawan perkantoran di Jakarta, menghambat kreativitas dan produktivitas,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.