Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bukti Tak Melakukan Monopoli
BUMN Tawarkan 35 Proyek Ke Swasta Dan Investor Asing
Minggu, 17 September 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
“Saat ini bagaimana kini fokus maksimalkan peran dari swasta. Berbicara swasta, berarti ada swasta yang mampu dan tidak,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Mohammad Arsjad Rasjid menilai, pihak swasta dan BUMN lambat berkembang karena memperebutkan proyek yang sama.
Menurutnya, swasta dan BUMN sejauh ini lebih banyak bermain di medan yang sama. Yaitu sektor yang sudah berkembang, sehingga yang terjadi lebih sering bersaing dibandingkan berkolaborasi, khususnya di daerah.
Baca juga : Jokowi Tahu Dalamnya Parpol, Info Komplet Dari Intelijen
“Sejumlah proyek sinergi BUMN dan swasta masih belum memenuhi prinsip-prinsip ekonomi. Dalam artian tidak memberikan keuntungan komersial,” katanya.
Selain itu, sambungnya, ada persyaratan yang memberatkan dan kurangnya insentif.
Untuk itu, menurut Arsjad, dibutuhkan kerangka kerja sama yang saling menguntungkan atau win-win solution, dengan menerapkan sejumlah prinsip. Di antaranya, prinsip the right company and the right place.
Baca juga : Lindungi Dari Radikalisme, BNPT Gencarkan Desa Siapsiaga Dan Sekolah Damai
BUMN sebagai perusahaan negara sebaiknya hadir sebagai pioneer untuk mengembangkan industri-industri yang belum berkembang serta melayani daerah-daerah yang belum terlayani.
“Sementara swasta mengembangkan industri dan perekonomian daerah berdasarkan prinsip-pronsip ekonomi,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Arsjad, harus adanya sinergi yang inklusif sehingga pengusaha nasional tak hanya jadi penonton di negara sendiri. Kerja Sama Operasional (KSO) dengan pengusaha lokal didukung dengan framework penyertaan modal yang commercially valuable. Serta proses kerja sama yang transparan dan efisien merupakan prasyarat penting bagi sinergi swasta dan BUMN.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya