Dark/Light Mode

Belum Ada Arahan Dari Pemerintah

IPO Pupuk Kaltim Ditunggu Investor

Senin, 4 Desember 2023 07:20 WIB
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto. (Foto: Ist)
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Lengkapi Syarat IPO

Vice President Corporate Communication Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengungkap­kan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan untuk melakukan IPO.

“Kami sudah siapkan secara administratif, karena banyak ke­butuhan operasional yang harus disesuaikan kalau mau IPO,” kata Anggono saat media gathering di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Menurutnya, Kementerian BUMN membolehkan perusahaan melakukan IPO untuk mendapatkan pendanaan. Namun, Anggono menegaskan, rencana IPO Pupuk Kaltim tidak meng­indikasikan keuangan perusahaan sedang tidak sehat.

Karena pada dasarnya, Pupuk Kaltim telah memiliki laporan keuangan yang kuat. IPO men­jadi sebuah opsi untuk mendapat pendanaan lain.

Baca juga : Geledah Rumah Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan Kaltim, KPK Sita Fortuner

“Kami kan memiliki banyak proyek pengembangan yang membutuhkan dana. IPO salah satu opsi. Cashflow PKT dalam kondisi solid, sebenarnya se­cara internal masih sanggup,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Per­sero) Gusrizal mengatakan, sebagai induk usaha, Pupuk Indonesia belum dapat mem­berikan arahan kepada Pupuk Kaltim untuk melakukan aksi korporasi tahun ini.

“Pupuk Indonesia tengah fokus melakukan tranformasi di tubuh internal perusahaan,” kata Gusrizal di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Selain itu, Pupuk Indonesia masih disibukkan dengan proyek kawasan industri pupuk di Kabu­paten Fakfak, Papua Barat, yang telah ditetapkan Pemerintah se­bagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan turut digarap oleh Pupuk Kaltim.

Kawasan PSN tersebut ditarget­kan tidak hanya memenuhi stok pupuk dalam negeri dan ekspor. Namun juga membangun perta­nian modern di wilayah Papua.

Baca juga : KPK Belum Terima Surat Panggilan Dari Polda Metro Untuk 4 Pimpinannya

Pupuk Kaltim juga tengah memulai proses pembangunan pabrik soda ash dengan kapasi­tas 300 ribu metrik ton per tahun (Metric Tonne Per Year/MTPY) di Bontang, Kaltim.

“Perusahaan telah membangun pabrik amonium nitrat berkapa­sitas 75 ribu MTPY di Kawasan Industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE),” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menargetkan tiga perusa­haan pelat merah bisa IPO tahun ini. Ketiga BUMN tersebut adalah PT Pertamina Hulu Energi, Pupuk Kaltim dan PalmCo (anak usa­ha holding BUMN perkebunan).

Dari ketiga BUMN tersebut, baru Pertamina Hulu Energi yang sudah IPO tahun ini. Adapun kedua BUMN lainnya masih dalam tahap proses.

Kalau benar ketiga BUMN tersebut IPO, maka bakal ada 40 perusahaan milik negara yang melantai di BEI.

Baca juga : Pemerintah Mau Keluarin Aturan Main Teknologi AI

Dengan IPO PGE pada Febru­ari lalu, saat ini sudah terdapat 37 BUMN di BEI. Sebanyak 14 perusahaan merupakan BUMNdan 23 lainnya entitas anak usaha BUMN.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 4/12/2023 dengan judul Belum Ada Arahan Dari Pemerintah, IPO Pupuk Kaltim Ditunggu Investor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.