Dark/Light Mode

Belum Ada Arahan Dari Pemerintah

IPO Pupuk Kaltim Ditunggu Investor

Senin, 4 Desember 2023 07:20 WIB
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto. (Foto: Ist)
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Apalagi, lanjut Toto, Pupuk Kaltim merupakan perusahaan yang bukan saja hanya bergerak di produksi pupuk. Namun juga, produk derivasinya yang punya nilai jual tinggi.

Selain itu, pupuk yang akan diproduksi juga mulai fokus pada produksi NPK (Natrium Fosfor Kalium) yang memiliki nilai jual tinggi.

Baca juga : Geledah Rumah Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan Kaltim, KPK Sita Fortuner

“IPO anak BUMN juga men­jadi langkah bagus untuk mem­berikan alternatif pendanaan bagi perusahaan negara,” kata Toto.

Selama ini, sebagian besar pe­rusahaan negara dan afiliasinya lebih memilih instrumen utang sebagai sumber financing, sehingga menjadi beban berat saat terjadi krisis. Seperti pandemi Covid-19, karena bunga harus tetap dibayar meski keuangan perusahaan sedang morat marit.

Baca juga : KPK Belum Terima Surat Panggilan Dari Polda Metro Untuk 4 Pimpinannya

Jika BUMN melakukan IPO, sambung Toto, maka instrumen financing-nya akan bersifat ekuitas. Hal ini akan memberikan dampak bagus buat keseimbangan struktur pembiayaan BUMN dan anak BUMN.

Selain itu, dengan menjadi perusahaan terbuka, maka tun­tutan tata kelola perusahaan juga semakin besar. Diharapkan aspek transparansi, fairness dan akuntabilitas makin besar di perusahaan negara tersebut. “Ini fondasi bagus buat peningkatan kinerja,” jelasnya.

Baca juga : Pemerintah Mau Keluarin Aturan Main Teknologi AI

Toto bilang, Kementerian BUMNsebenarnya masih memi­liki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah diharapkan membawa BUMNklaster energi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Hadirnya wacana IPO mem­bawa investor strategis di bi­dang energi dan pangan, untuk memperkuat BUMNdi sektor tersebut,” ujar Toto.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.