Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sambut Musim Tanam Awal 2024, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk 1,2 Juta Ton
Rabu, 13 Desember 2023 20:13 WIB
Sebelumnya
"Salah satunya, lewat implementasi aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) yang saat ini telah tersedia di 6 provinsi," ujar Wijaya
Menurutnya, aplikasi ini, memudahkan petani terdaftar untuk melakukan penebusan pupuk subsidi hanya dengan membawa KTP," katanya.
Wijaya menilai, melalui integrasi dengan data e-alokasi Kementan dan fitur geo-tagging, i-Pubers menjadi solusi terdepan untuk memastikan ketepatan distribusi pupuk.
Bahkan, inovasi digital ini tidak hanya efisien, tetapi juga membantu perseroan mengarahkan pupuk subsidi tepat pada sasaran, mendorong pertumbuhan sektor pertanian.
Baca juga : Industri Rendah Karbon, Pupuk Indonesia Bakal Kembangkan Bisnis Clean Ammonia
Tak hanya itu, ketepatan distribusi stok pupuk menjadi fokus perseroan beserta anak perusahaan di industri pupuk dalam mendukung keberlanjutan pertanian di seluruh Indonesia.
Melalui investasi dalam teknologi dan sistem manajemen logistik yang unggul, perusahaan memastikan, bahwa pupuk tersedia tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Wijaya mengatakan, langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kelangkaan pupuk dan memastikan pertanian dapat beroperasi dengan efisien.
Lebih lanjut disampaikannya, digitalisasi manajemen logistik dilakukan dengan penerapan Distribution Planning & Control System (DPCS), terutama untuk pupuk subsidi dan Retail Management System (RMS).
Baca juga : 6 Wakil Indonesia Siap Tempur
Melalui DPCS, perseroan dapat melakukan pengawasan distribusi secara real-time dari lini 1 hingga lini 4, dilengkapi early warning system untuk memberikan peringatan dini jika stok menipis pada tingkat daerah.
Sedangkan, RMS diterapkan pada tingkat kios atau pengecer untuk mengawasi stok dan transaksi pupuk, serta mengidentifikasi pihak yang melakukan penebusan pupuk di tingkat kios.
Selain itu, langkah pengamanan distribusi pupuk subsidi diperkuat dengan sinergi dan koordinasi dengan banyak stakeholder seperti distributor.
Lalu, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), kepolisian hingga kejaksaan dan pemerintah daerah setempat.
Baca juga : i-Pubers Terus Digenjot, Pupuk Indonesia Yakin Penyaluran Pupuk Subsidi Tepat Sasaran
Selain memastikan keamanan stok pupuk, perseroan juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian.
Salah satunya, adalah program pengembangan pertanian berkelanjutan, yaitu MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat).
Menurut Wijaya, program ini bertujuan mengedukasi dan memberdayakan para petani agar mulai beralih ke pupuk non-subsidi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi.
"Program MAKMUR, adalah tonggak penting dalam membangun kemandirian sektor pertanian. Kami tidak hanya menyediakan pupuk subsidi, tetapi melalui edukasi kami mendampingi petani untuk mulai menggunakan pupuk non-subsidi," pungkas Wijaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya