Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
500 Karyawan Kena PHK
Waskita Kurangi Beban Keuangan Perusahaan
Selasa, 2 Januari 2024 07:20 WIB
Sebelumnya
Reza memproyeksi, kinerja BUMN Karya tahun 2024 masih diselimuti ketidakpastian yang tinggi. Mulai dari adanya Pemilihan Umum (Pemilu), hingga tensi politik global yang masih memanas.
Ditambah masih adanya masalah utang BUMN Karya yang belum mereda. Namun tetap ada katalis positifnya, yaitu dengan asumsi Presiden terpilih nanti akan meneruskan kebijakan Pemerintah sebelumnya.
“Seperti pembangunan infrastruktur dan Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya. Termasuk kelanjutan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” bebernya.
Baca juga : Cek Pasokan BBM, Wamen BUMN Kunjungi ITJ Plumpang Pertamina
Dia pun kembali mengimbau agar investor wait and see terlebih dahulu jika ingin berinvestasi pada saham-saham BUMN Karya.
Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho menjelaskan, perusahaan memperhatikan persoalaan yang terkait dengan lean office, yaitu rightsizing jumlah pegawai yang saat ini sekitar 1.500 dari sebelumnya jumlah pegawai itu hampir 2.000.
“Kami sudah melakukan rightsizing sekitar 500 orang. Jumlah pengurangan karyawan tetap hingga akhir tahun 2023, atau setara dengan 18 persen dari total pekerja,” kata Hanugroho di Jakarta, Selasa (26/12/2023).
Baca juga : Gelar Natal Bersama, Sukur: Warga Bekasi Sangat Toleran
Atas upaya tersebut, menurut Hanugroho, perusahaan bisa berhemat sekitar 8 persen dari biaya umum administrasi. Perusahaan selama ini terbebani biaya tinggi, terutama beban bunga utang yang membengkak.
Ke depan, perusahaan tidak menutup kemungkinan kembali melakukan kebijakan PHK pada karyawan demi efisiensi pada 2024.
“Selanjutnya kami akan melakukan rightsizing dengan pencapaian yang mungkin disesuaikan dengan jumlah pegawai,” terang Hanugroho.
Baca juga : PBNU: Jangan Rusak Solidaritas Kemanusiaan Dengan Sudutkan Perjuangan Palestina
Dia mengatakan, program efisiensi akan dilakukan secara berkelanjutan ke depannya. Waskita telah melakukan evaluasi dan tinjauan ulang terkait persentase target pengurangan karyawan pada tahun depan.
“Kami sudah melakukan evaluasi maupun review, kira-kira berapa persen target rightsizing ke depan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya