Dark/Light Mode

Nexus EcoSTEAM Rilis Kajian Kedua, Upaya Melangkah Mencapai Ekuilibrium

Senin, 22 Januari 2024 17:01 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan dan pengelolaan (produksi, konsumsi, dan distribusi) sumber daya yang bijaksana, Nexus EcoSTEAM, sebuah think-tank yang berkomitmen untuk mendorong kemajuan Indonesia yang berkelanjutan melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic), merilis kajian kedua mereka.

Kajian ini berjudul “STEAM di tengah Misi Ekuilibrium: Inovasi Holistik untuk Meretas Masa Depan”. Kajian tersebut dirilis bersamaan dengan acara Talkshow Menavigasi Indonesia.

Acara awalnya direncanakan diisi dengan Talkshow oleh Dr. Alexander Sonny Keraf, Billy Mambrasar, Nathan Roestandy, dan I Dewa Made Agung.

Namun, karena kesibukannya yang padat, mantan Menteri Lingkungan Hidup tersebut akhirnya digantikan oleh Jan Prince Permata.

Talkshow yang dihelat pada Minggu, 21 Januari 2024 tersebut menarik perhatian banyak pihak, termasuk pakar lingkungan, akademisi, pelaku/pegiat dan aktivis keberlanjutan.

Nexus EcoSTEAM, dengan pendekatannya yang menggabungkan konsep Triple Bottom Line dengan pendekatan STEAM menganggap bahwa integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika adalah kunci dalam mencapai keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Baca juga : JAMMI Apresiasi Prabowo-Gibran Kampanye Merangkul, Bukan Memukul

Pada Talkshow tersebut, beberapa narasumber yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing menelaah berbagai permasalahan yang dimiliki Indonesia.

Khususnya, di sektor pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, dan masyarakat adat serta desa.

Meskipun beberapa negara telah berhasil menyelesaikan permasalahan tata kelola kebijakan pangan, Indonesia masih mengalami kesulitan, khususnya terkait kendala dalam mekanisme kerja Badan Pangan yang terhambat oleh birokrasi yang kompleks.

“Sebagai catatan, ketahanan suatu negara dalam sektor produksi pertanian dan pangan menjadi fondasi yang tak terpisahkan untuk mencapai status negara maju,” ujar Anggota Sekretaris Wantimpres, Jan Prince.

Oleh karena itu, dia percaya calon Presiden kita di masa depan memiliki tugas yang krusial, sebab mesti mendorong dan memimpin implementasi berbagai kebijakan yang mendukung kemandirian pangan kita.

CEO Nafas, Nathan, turut menyampaikan persoalan lingkungan yang kini dialami Indonesia khususnya polusi.

Baca juga : Simpul Relawan Anies Solidkan Langkah Garap Basis Pemilih

“Permasalahan yang tidak terdesentralisasi antar daerah sehingga kebijakan terkait penyelesaian Polusi Udara tidak memiliki sistem yang terpadu. Proses pengambilan keputusannya pun tidak didahului Source of Truth. Padahal persoalan ini sebetulnya dapat menjadi akar dari berbagai penyakit,” ungkapnya.

Nathan berharap, makin banyaknya pihak yang turut andil dalam persoalan udara ini diharapkan dapat mengurangi buruknya PM2,5 yang kita hasilkan sembari mampu menjadi mitra positif bagi pemerintah.

Di lain sisi, Billy, Duta SDGs Indonesia yang turut hadir dalam Talkshow rilis kajian dan Talkshow tersebut menyatakan bahwa dia percaya Indonesia dapat menjadi negara maju jika anak mudanya turut andil dalam upaya perbaikan dan tidak mengambil jarak dengan pemerintah.

"Kami percaya dengan perbincangan mendalam bersama para pembicara terkemuka, seperti Talkshow ini, kita dapat merinci langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Nexus EcoSTEAM menekankan pentingnya menyeimbangkan laju kemajuan dan upaya keberlanjutan yang ingin dicapai.

Alhasil, melalui kajian yang disusun, Nexus EcoSTEAM berharap proses penerapan kebijakan kedepannya dilakukan berlandaskan pada kerangka Triple Bottom Line dengan pendekatan STEAM.

Baca juga : Cerita Erick Jajal Kereta Cepat: Berangkat Pagi, Eh Sampai Bandung Masih Pagi

Langkah ini dianggap sebagai strategi penting dalam merespon tantangan global terkait perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan ketidaksetaraan sosial. 

STEAM dapat menjadi tools dan framework yang paripurna untuk menerjemahkan permasalahan dan tantangan kompleks yang dihadapi di dunia saat ini yang masuk ke era VUCA (volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas).

Seiring dengan Talkshow ini, Nexus EcoSTEAM menyuarakan pentingnya akselerasi dalam menerapkan langkah-langkah berkelanjutan.

Meskipun peraturan dan kebijakan sudah ada, percepatan implementasi dalam pengembangan inovasi dan teknologi dianggap sebagai kunci keberhasilan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.