Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Ekonomi Global Cenderung Melambat

Rupiah Diyakini Perkasa

Rabu, 31 Januari 2024 07:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar (kiri), Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) menyampikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I tahun 2024 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (30/1/2024). (Foto: Antara)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar (kiri), Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) menyampikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I tahun 2024 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (30/1/2024). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Stabilitas sistem keuangan Indonesia stabil sepanjang 2023. Nilai tukar rupiah diramal bakal menguat tahun ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik secara keseluruhan pada 2023 terjaga baik.

“Selain itu, mampu mendu­kung pemulihan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers Komite Sta­bilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (30/1/2024).

Baca juga : Waspada Pertumbuhan Ekonomi Kita Terganggu

Kondisi itu menimbang kinerja stabilitas sistem keuangan Indo­nesia pada kuartal IV-2023 yang terjaga baik di tengah perlam­batan ekonomi serta ketidakpas­tian pasar keuangan global.

Bendahara Negara itu bilang, kinerja positif tersebut didukung sistem keuangan domestik yang resilien, serta koordinasi dan sinergi dari seluruh komponen KSSK yang terus diperkuat.

Sri Mulyani memastikan, KSSK terus berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga per­ekonomian Indonesia. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi, serta ketidakpastian pada level global tahun ini.

Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Naik Tipis

Pasalnya, Bank Dunia mem­perkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari sebelumnya 3 persen pada 2022 menjadi hanya 2,5 persen pada 2023 dan kembali melemah men­jadi 2,4 persen pada 2024. Dengan demikian, situasi tahun ini lebih lemah dibandingkan 2023.

Dalam suasana global yang ti­dak pasti dan cenderung melam­bat, ekonomi Indonesia diklaim tetap bertahan baik dan diper­kirakan berada pada kisaran 5 persen pada 2023.

Hal ini ditopang oleh per­mintaan domestik yang bisa menahan pelemahan eksternal. Terutama didukung oleh kon­sumsi dan investasi.

Baca juga : Banggar DPR Wanti-Wanti Pemerintah Rancang APBN 2024

Menurut Sri Mulyani, aktivi­tas konsumsi masyarakat masih kuat didukung dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali.

“Termasuk penurunan tingkat pengangguran serta peranan APBN (Anggaran Pendapa­tan dan Belanja Negara) yang secara aktif pada 2023 sebagai shock absorber terus men­jaga daya beli masyarakat kita,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.