Dark/Light Mode

Perekonomian Global Masih Melambat

Waspada Pertumbuhan Ekonomi Kita Terganggu

Minggu, 21 Januari 2024 07:10 WIB
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. (Foto: Antara)
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perekonomian global tahun ini masih mengindikasikan ketidakpastian. Kondisi itu harus diantisipasi, karena khawatir berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh positif sejak 2022.    

Bank Dunia memprediksi per­tumbuhan ekonomi global melam­bat dari 2,6 persen pada 2023 menjadi 2,4 persen pada 2024.

Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) dalam lapo­ran World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2023 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 akan melambat 2,9 persen dari sebelumnya 3 persen.

Baca juga : Rupiah Masih Lemah Hadapi Tekanan Timur Tengah

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, ada dua faktor utama dari kondisi global yang akan mempengaruhi pereko­nomian Indonesia tahun ini.

Pertama, pelemahan pertum­buhan ekonomi China yang merupakan mitra dagang utama Indonesia. Kedua, tren harga komoditas dari Indonesia yang makin melemah.

Menurutnya, pelemahan ekono­mi China dan harga komoditas yang anjlok ini bakal menggerus sumbangan ekspor terhadap per­tumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga : Ganjar Sebut Industri Kreatif Wujud Pertumbuhan Ekonomi Baru

“Pemerintah harus segera mengantisipasi pelemahan eksternal ini agar dampaknya ke perekonomian Indonesia tidak besar,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, Jumat (19/1/2024).

Salah satu antisipasi yang bisa dikerjakan Pemerintah, yakni menarik investasi sebesar-besarnya masuk ke Indonesia.

Yusuf melihat, tahun 2024 pertumbuhan investasi Indone­sia masih relatif stabil, didukung oleh investasi di sektor hilirisasi pertambangan yang masih bisa diandalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Ekonom Apresiai Ganjar-Mahfud Terapkan Ekonomi Hijau Pembangunan Nasional

Kata dia, investasi yang masuk diharapkan dapat menahan per­lambatan yang mungkin terjadi pada belanja modal Pemerintah dan swasta di sektor yang ter­pengaruh oleh dinamika ekono­mi global.

Namun begitu, dia memasti­kan faktor internal dari dalam negeri masih akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada 2024.

Yusuf mengatakan, konsum­si rumah tangga diperkirakan masih relatif stabil tahun ini, meski tetap berpeluang melemah secara marginal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.