Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jadi Bank Syariah Terbesar Ke-2 Indonesia
Umat Islam Mesti Sambut BTN Syariah-Muamalat
Senin, 19 Februari 2024 20:45 WIB
Sebelumnya
Sementara Sosiolog Perkotaan UIN Syahid Jakarta, Dr. Tantan Hermansah menyoroti perilaku ekonomi berbasis syariah, yang menurutnya tidak semata masalah kelembagaan keuangan. “Ada masalah lain yang penting diberikan perhatian juga, yakni tindakan sosial berbasis syariah yang belum sepenuhnya menjadi "trade mark" masyarakat muslim di Indonesia,” ujarnya, kepada RM.id, Senin (19/2/2024).
Indikasi bahwa perilaku masyarakat Indonesia belum sepenuhnya berlandaskan syariah, jelasnya, yang paling mudah adalah dengan melihat maraknya pemimjam ke "Pinjol", koperasi non-syariah dan kelembagaan keuangan lain yang "konvensional".
Sosiolog Perkotaan UIN Syahid Jakarta, Dr. Tantan Hermansah [Foto: Ist]
Baca juga : BCA Syariah Gelar Webinar Edukasi Pajak Untuk Nasabah Badan Usaha
“Tentu saya sangat menyambut kehadiran lembaga keuangan syariah yang besar dan mumpuni. Namun di sisi lain, tanpa upaya-upaya perubahan perilaku masyarakat, minimal masyarakat muslim saja, kehadiran lembaga itu bisa tidak memiliki arti yang dalam,” jelas dosen Sosiologi Perkotaan UIN Syahid Jakarta ini.
Agar kontribusi kepada kehadiran lembaga keuangan berbasis syariah tersebut sejalan dan saling memperkuat, lanjutnya, pertama, perlu peningkatan kualitas SDM untuk menunjang literasi tindakan syariah; bukan hanya persoalan keuangan semata, tetapi lebih lebih holistik lagi, meliputi berbagai hal: sosial, budaya, seni, pendidikan, dan sebagainya.
Baca juga : Relawan Genderang Indonesia Maju: Pasar Sambut Baik Prabowo-Gibran
Kedua, masifitas pengetahuan dan kesadaran untuk meningkatkan partisipasi. “Misalnya, lembaga-lembaga yang bernaung di bawah institusi keagamaan jangan lagi menggunakan lembaga keuangan konvensional, dan sebagainya,” papar Ketua Prodi Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), UIN Syahid, Jakarta ini. (*) .
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya