Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Cetak Sejarah Baru, Krakatau Steel Pecahkan Rekor Produksi HRC

Jumat, 1 November 2019 19:12 WIB
Produksi baja lembaran panas (hot rolled coil) Krakatau Steel (Foto: Humas KS)
Produksi baja lembaran panas (hot rolled coil) Krakatau Steel (Foto: Humas KS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proses transformasi dan restrukturisasi di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  telah membuahkan hasil. Di tengah situasi yang menantang, BUMN yang bergerak di bidang produksi baja itu  telah memecahkan rekor baru produksi baja lembaran panas (hot rolled coil), yang terbesar sepanjang sejarah Krakatau Steel berdiri.

Produksinya berhasil mencapai 203.315,55 ton pada Oktober 2019. Rekor produksi ini merupakan pemecahan dari total produksi sebelumnya, sebesar 200.411 ton pada Desember 2007.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, menyambut baik capaian ini.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa proses restrukturisasi dan transformasi di internal Krakatau Steel, telah menunjukkan hal yang positif. Hampir keseluruhan dari produksi adalah merupakan baja yang sudah dipesan. Sehingga, Krakatau Steel mampu menjaga stock inventory pada tingkat yang efisien," ungkap Silmy.

Baca juga : Pemuda Pancasila Pecahkan Dua Rekor Dunia

Hasil ini juga menunjukkan komitmen manajemen dan karyawan, dalam rangka mendukung proses transformasi agar Krakatau Steel sehat kembali.

Dengan semangat perbaikan yang terus menerus, torehan prestasi lainnya akan tercapai di masa mendatang.

Capaian produksi ini juga diikuti dengan pengiriman produk jadi pada Oktober 2019 yang melebihi target, mencapai 164.284 MT kepada konsumen.

Ini adalah angka tertinggi shipment sepanjang 2019. Kolektivitas pembayaran di bulan yang sama, juga berhasil melampaui target.

Baca juga : Semoga Tata Kelola Keuangan Negara Jadi Lebih Baik

"Kami terus berbenah dan melakukan perbaikan. Krakatau Steel secara perlahan mulai membangun kembali kekompakan tim antar lintas fungsi, dan lebih fokus kepada pelayanan konsumen. Kami meyakini dan akan menjalani hal ini dengan konsisten," imbuh Silmy.

Dalam hal pengembangan kapasitas, saat ini tengah dilakukan pembangunan Hot Strip Mill#2 yang pada kuartal IV-2019 nanti, akan selesai mechanical completion-nya.

Di awal 2020, pabrik SM#2 akan mulai produksi. Dengan adanya kedua pabrik HSM#1 dan HSM#2 ini, kapasitas produksi HRC meningkat menjadi 3,9 juta ton per tahun, dan selanjutnya dapat dikembangkan menjadi 6,4 juta ton per tahun.

“Dengan beroperasinya HSM#2, maka kapasitas terpasang pabrik penghasil HRC di Indonesia sudah lebih besar daripada permintaan pasar. Sehingga, seluruh kebutuhan HRC dapat 100 persen dipasok dari dalam negeri. Tidak perlu impor”, tutur Silmy.

Baca juga : Djoko Siswanto: Dana KKP Bisa Tingkatkan Produksi Migas

Silmy menjelaskan, kondisi produksi yang mumpuni seperti ini, mengisyaratkan bahwa produsen baja nasional tidak mempunyai masalah dalam hal produksi. Masalah industri baja nasional, sejatinya ada pada tata niaga dan impor baja nasional.

“Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menghentikan impor baja, dan mewujudkan swasembada baja. Industri baja nasional, belakangan ini menghadapi impor baja dengan cara circumvention (pengalihan HS code), sehingga tidak membayar bea masuk. Ini mematikan industri baja nasional," terang Silmy.

"Kami berharap, pemerintah dapat melindungi investasi yang sudah masuk ke Indonesia. Melalui kebijakan tata niaga dan pengetatan izin impor, untuk meningkatkan utilisasi pabrik baja terintegrasi dari hulu hingga ke hilir," tutup Silmy. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.