Dark/Light Mode

Telur, Cabe Dan Ayam Sumbang Inflasi 0,52 Persen

Menteri Tito Keluarin 9 Jurus Tekan Inflasi

Selasa, 2 April 2024 07:00 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (tengah). (Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (tengah). (Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2024 sebesar 0,52 persen. Telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabe rawit dan bawang putih menjadi penyebab utama inflasi Ramadan tahun ini.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, besaran inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 3,05 persen, dan secara tahun kalender atau year to date 0,93 persen.

Inflasi itu membuat terjadinya peningkatan indeks harga konsumen dari 105,58 pada Februari 2024 men­jadi 106,13 pada Maret 2024.

Amalia mengatakan, pada Maret 2024 terjadi beberapa ke­jadian yang mempengaruhi infla­si. Seperti perkembangan curah hujan yang telah dilaporkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca juga : Waspada, Maling Incar Rumah Ditinggal Mudik

“Curah hujan pada dasarnya bervariasi dari kriteria rendah hingga tinggi. Curah hujan tinggi terjadi di sebagian wilayah seperti di Jawa Tengah bagian utara,” kata Amalia dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Selanjutnya, hasil survei kerangka sampel area amatan Februari 2024 memperkirakan bahwa Indonesia memasuki masa panen raya padi dan jagung pada Maret 2024

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memutuskan untuk menerapkan relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium yang diberlakukan mulai 10 Maret-23 April 2024.

Amalia menjelaskan, pe­nyebab utama inflasi Ramadan tahun ini didominasi oleh ko­moditas pangan yang bergejolak. Seperti telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabe rawit dan bawang putih, tomat dan tarif angkutan udara.

Baca juga : The Gunners Gagal Kudeta The Reds

Menurutnya, pada momen Ramadan dan Lebaran 2022 dan 2023, kelompok yang biasanya paling dominan memberikan sumbangan andil inflasi adalah makanan, minuman dan tem­bakau serta transportasi.

Namun, berbeda dengan kondi­si tersebut, pada periode Ramadan tahun ini kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi, selain makanan, minuman dan tembakau. Selanjutnya, perawatan pribadi dan lainnya dengan andil inflasi 0,04 persen.

Sementara, kelompok trans­portasi memberikan andil inflasi yang lebih rendah, sebesar 0,01 persen pada Maret 2024. Hal ini didorong oleh tarif angkutan udara yang pada bulan Ramadan tahun ini ternyata mengalami deflasi sebesar 0,97 persen.

“Jika dirinci, terdapat 20 provinsi mengalami deflasi tarif angkutan udara dan 17 provinsi mengalami inflasi tarif angkutan udara. Satu provinsi stabil,” jelasnya.

Baca juga : Sikat Dimitrov, Sinner Digdaya

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian minta seluruh kepala daerah melakukan sembilan hal dalam pengendalian laju inflasi di daerah masing-masing.

Hal pertama yang harus di­lakukan, yakni pemantauan harga dan stok untuk memasti­kan kebutuhan tersedia. Hal itu, kata Tito, baru dilakukan oleh 221 daerah dari seluruh kabu­paten/kota se-Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.