Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pede Bisa Ungguli Singapura
Impian Defend Id Bukan Cuma Pepesan Kosong
Jumat, 3 Mei 2024 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi industri pertahanan, Holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Bidang Pertahanan, Defense Industry Indonesia atau Defend ID, pada 2026 berambisi bisa mengungguli perusahaan pertahanan terbesar di Asia asal Singapura, yaitu ST Engineering.
Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, cita-cita Defend ID bukan pepesan kosong. Sebab, dengan terbentuknya holding yang menggabungan lima perusahaan di industri pertahanan (Indhan), kian meningkatkan kompetensi tiap perusahaan dalam menghadirkan produk pertahanan yang dibutuhkan pasar. Tidak hanya pasar dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Terutama pangsa pasar di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga : Nadiem Minta Programnya Dilanjut
“Kalau Defend ID punya target bisa mengungguli ST Engineering, saya yakin kemungkinannya selalu ada,” tutur Khairul kepada Rakyat Merdeka, Kamis (2/5/2024).
Khairul melihat, BUMN Pertahanan Indonesia juga punya beragam produk pertahanan dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni, sehingga peluang pangsa pasarnya masih sangat besar. Utamanya di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga : Koalisi Perubahan Gentleman
Menurutnya, ST Engineering merupakan perusahaan pertahanan yang sudah settle di Singapura, karena memiliki anak perusahaan di 21 negera. Ragam bisnis yang dimiliki tak hanya di segmen kedirgantaraan. Namun juga di sistem keamanan publik, pembuatan kapal dan lainnya.
Sebagai negara persemakmuran, diakui Khairul, Singapura mempunyai market tersendiri. Tapi sekaligus memiliki tantangan, karena pasar industri pertahanannya adalah wilayah konflik. Misalnya, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin.
Baca juga : Kemanfaatannya Lebih Besar Tanggulangi Pandemi
“Di kawasan-kawasan itu, sudah sangat kompetitif juga,” ungkapnya.
Sementara bagi Indonesia, kata dia, pangsa pasarnya ada di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, untuk bisa berdaya saing di kancah global, Defend ID harus terus memperkuat kapasitas produksi, teknologi, SDM, serta meluaskan pangsa pasarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya