Dark/Light Mode

Kejar Target Indonesia Emas 2045

Airlangga Genjot Kerja Sama Global

Senin, 13 Mei 2024 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

 Sebelumnya 
Kemudian, melalui kemitraan strategis seperti Indonesia-Euro­pean Union Comprehensive Eco­nomic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), Indonesia membuktikan mampu menjadi pemain penting dalam menavigasi perekono­mian dunia.

Selain keanggotaan berbagai komunitas internasional terse­but, Indonesia juga kembali memperkuat kedudukannya dengan mengajukan keanggotaan dalam The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Airlangga mengatakan, Indo­nesia menjadi negara Asia Teng­gara pertama dan ketiga di Asia setelah Jepang dan Korea, yang mencapai status Open for Acces­sion Discussion untuk menjadi anggota penuh OECD.

Baca juga : Satgas PASTI: Ingat Slogan Legal Dan Logis

“Kenapa OECD penting, karena kita mau next reform. Reform kita pertama saat Covid-19, yakni Undang-Undang Cipta Kerja yang kita revisi lebih dari 60 Undang-Undang. Next implementation-nya melalui OECD,” jelas Airlangga.

Dia menjelaskan, banyak data yang dimiliki OECD, dan banyak standar yang mereka punya juga sudah dimiliki Indonesia.

“Artinya, kita sangat siap masuk ke standar internasional yang mereka tetapkan. Kita ber­harap pertumbuhan ekonomi akan naik lagi. Dengan masuk OECD, investasi akan banyak bertambah. Ini juga menjadi salah satu pintu menuju Indonesia Emas 2045,” kata Airlangga.

Baca juga : Pemprov Ramu Resep Jitu Atasi Kemacetan

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, selain per­tumbuhan ekonomi yang harus di atas 6 persen setiap tahun, untuk menjadi negara dengan pendapatan tinggi pada 2045, Indonesia harus mendorong sek­tor industri manufaktur sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi.

Dia berpendapat, Pemerintah harus mendorong industrialisasi di dalam negeri melalui beragam cara, termasuk menggaet inves­tor asing. Pemerintah juga harus menjaga pembiayaan di dalam negeri tetap murah.

“Saat ini, rata-rata bunga kred­it di dalam negeri relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara yang setara dengan Indonesia, seperti Ma­laysia ataupun Thailand,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, Minggu (12/5/2024).

Baca juga : Aston Villa Vs Liverpool, Duel Penentu Peluang Juara

Ke depan, Yusuf juga meminta Pemerintah meningkatkan aloka­si anggaran untuk pendidikan, kesehatan dan biaya perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan begitu, perekonomian dan daya beli masyarakat bisa makin terjaga, yang akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 13 Mei 2024 dengan judul "Kejar Target Indonesia Emas 2045 Airlangga Genjot Kerja Sama Global"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.