Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kejar Target Indonesia Emas 2045
Airlangga Genjot Kerja Sama Global
Sebelumnya
Kemudian, melalui kemitraan strategis seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), Indonesia membuktikan mampu menjadi pemain penting dalam menavigasi perekonomian dunia.
Selain keanggotaan berbagai komunitas internasional tersebut, Indonesia juga kembali memperkuat kedudukannya dengan mengajukan keanggotaan dalam The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
Airlangga mengatakan, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama dan ketiga di Asia setelah Jepang dan Korea, yang mencapai status Open for Accession Discussion untuk menjadi anggota penuh OECD.
Baca juga : Satgas PASTI: Ingat Slogan Legal Dan Logis
“Kenapa OECD penting, karena kita mau next reform. Reform kita pertama saat Covid-19, yakni Undang-Undang Cipta Kerja yang kita revisi lebih dari 60 Undang-Undang. Next implementation-nya melalui OECD,” jelas Airlangga.
Dia menjelaskan, banyak data yang dimiliki OECD, dan banyak standar yang mereka punya juga sudah dimiliki Indonesia.
“Artinya, kita sangat siap masuk ke standar internasional yang mereka tetapkan. Kita berharap pertumbuhan ekonomi akan naik lagi. Dengan masuk OECD, investasi akan banyak bertambah. Ini juga menjadi salah satu pintu menuju Indonesia Emas 2045,” kata Airlangga.
Baca juga : Pemprov Ramu Resep Jitu Atasi Kemacetan
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, selain pertumbuhan ekonomi yang harus di atas 6 persen setiap tahun, untuk menjadi negara dengan pendapatan tinggi pada 2045, Indonesia harus mendorong sektor industri manufaktur sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi.
Dia berpendapat, Pemerintah harus mendorong industrialisasi di dalam negeri melalui beragam cara, termasuk menggaet investor asing. Pemerintah juga harus menjaga pembiayaan di dalam negeri tetap murah.
“Saat ini, rata-rata bunga kredit di dalam negeri relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara yang setara dengan Indonesia, seperti Malaysia ataupun Thailand,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, Minggu (12/5/2024).
Baca juga : Aston Villa Vs Liverpool, Duel Penentu Peluang Juara
Ke depan, Yusuf juga meminta Pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan, kesehatan dan biaya perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan begitu, perekonomian dan daya beli masyarakat bisa makin terjaga, yang akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 13 Mei 2024 dengan judul "Kejar Target Indonesia Emas 2045 Airlangga Genjot Kerja Sama Global"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.