Dark/Light Mode

Dihabisi Erick

Garuda Busuk dari Kepala sampai Leher

Minggu, 8 Desember 2019 08:26 WIB
Ari Askhara (Foto: Istimewa)
Ari Askhara (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Erick Thohir menepati janjinya. Menteri BUMN itu tak hanya  memecat Ari Askhara dari  kursi Dirut Garuda Indonesia  terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan  sepeda Brompton. Jajaran direksi lain yang terlibat juga ‘dihabisi’. Garuda busuk dari  kepala sampai leher.

Kemarin pagi, Erick Thohir kembali melakukan pertemuan dengan  jajaran Dewan Komisaris Garuda di  Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Ikut hadir dalam pertemuan itu adalah Komisaris Utama Garuda Sahala Lumban Gaol.       

Setelah pertemuan, Sahala menceritakan pertemuan tersebut menyepakati sejumlah hal. Pertama, memberhentikan sementara para direksi  yang terlibat dalam kasus tersebut. Pemberhentian sementara itu akan berlaku hingga Rapat Umum Pemegang  Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang  akan dilaksanakan 45 hari terhitung  dari Senin, 9 Desember 2019.       

Sahala menjelaskan, di perusahaan terbuka alias Tbk ada cara memberhentikan direksi. Pertama, memberhentikan sementara oleh Dewan Komisaris.  Kedua pemberhentian secara permanen  dalam RUPSLB.        

Baca juga : Garuda Indonesia Semoga Bisa Kembali Terbang Tinggi

Siapa yang akan menggantikan?  Sahala mengatakan pihaknya bakal  segera menunjuk pelaksana tugas (Plt)  direksi yang diberhentikan sementara  tersebut. “Lagi dibahas posisi terbaik.  Sudah ada orangnya,” kata Sahala.        

Surat pemberhentian sementara direksi itu sudah ditandatangani oleh Erick Thohir dan Dewan Komisaris yaitu Sahala Lumban Gaol (Komisaris Utama), Chairal Tanjung (Komisaris), Insmerda Lebang (Komisaris Independen), Herbert Timbo P Siahaan (Komisaris  Independen), dan Eddy Purwanto Poo (Komisaris Independen).        

Sahala juga berpesan agar seluruh  pegawai Garuda tetap melaksanakan  tugas seperti biasanya dan tidak terpengaruh oleh adanya kasus tersebut.  “Pegawai supaya tudak terganggu  dengan adanya restrukturisasi ini dan  tetap memberikan pelayanan terbaik  untuk para penumpang,” tutupnya.       

Lalu siapa direksi yang diberhentikan? Sahala tidak mau membeberkan  nama-nama direksi yang diberhentikan. Dia hanya menyebut “direksi yang  dipecat adalah mereka yang terlibat  secara langsung dan tidak langsung”        

Baca juga : Cukup Bayar Bea Masuk, Kasus Harley Bisa Kelar?

Kata dia, nama direksi yang dicopot akan dibeberkan oleh Komite Audit dan  dijelaskan secara rinci kronologisnya. “Sekarang lagi dilakukan pendalaman  mengetahui motif dan sebagainya.Kami  tidak mau terburu-buru,” kata Sahala.        

Maskapai penerbangan pelat merah  itu punya 7 direktur termasuk direktur  utama. Dari informasi Jubir Menteri BUMN, Arya Sinulingga ada empat direktur  yang ada di pesawat berisikan Harley  Davidson. Mereka tidak mengantongi  izin dinas dari Kementerian BUMN. Dari manifest penerbangan diketahui  keempat direktur tersebut adalah, I  Gusti Ngurah Askhara (Direktur Utama Garuda), Iwan Joeniarto (Direktur  Teknik dan Layanan Garuda), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha), dan Heri Akhyar  (Direktur Capital Human).        

Saat Erick dan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan gelar perkara kasus  ini, diketahui bahwa penyelundupan  Harley dan Brompton dilakukan berjamaah. Bukan hanya satu dua orang. Tapi melibatkan tiga direktur lain. Itu  pula yang membuat Erick sedih. Menurut Erick, pemilik motor tersebut adalah AA. AA yang dimaksud sangat mungkin Ari Askhara. Karena  itu Erick mencopot Ari. Dari pemaparan  diketahui AA memberi instruksi mencari Harley Davidson klasik tersebut  pada tahun 2018. Pembelian Harley  tersebut baru dilakukan pada April  2019. Proses pembayaran dibantu oleh  Finance Manager Garuda Indonesia di Amsterdam, Belanda.        

Ketika proses pengiriman Harley Davidson, Direktur Garuda berinisial IJ  turun tangan membantu AA. Mengacu  pada keterangan Staf Khusus Menteri  BUMN Bidang Komunikasi Publik  Arya Sinulingga, IJ adalah Iwan Joeniarto selaku Direktur Teknik dan Pelayanan Garuda Indonesia.        

Baca juga : Tiba di Filipina, Skuad Garuda Putri Siap Gelar Uji Coba

Namun, ketika pesawat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Indonesia pada  17 November 2019 siang, motor dengan  harga fantastis tersebut disematkan claim tag berinisial SAW. Mengacu pada manifest penumpang, SAW merupakan Satyo Adi Swandhono, selaku Senior Manager Aircraft Garuda. Sri Mul menuturkan  SAW pasang badan untuk AA. Diketahui SAW tidak punya hobi koleksi  motor gede.        

Dicopotnya Ari dan kawan-kawan disambut para pegawai Garuda. Ketum  Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia  (IKAGI), Zaenal Muttaqin mengaku, dia  dan kolega-koleganya merasa resah selama kepemimpinan Ari Askhara. Penyelundupan komponen motor dan sepeda lipat  di dalam pesawat menjadi puncak dari  berbagai kontroversi Garuda sejak Ari  Askhara memimpin maskapai tersebut. 

Menurut dia, kerusakan Garuda tak  hanya di kepala tapi sudah sampai leher. Beberapa kebijakan Ari yang membuat  awak kabin resah adalah kebijakan jam  kerja hingga 18 jam. Gara-gara aturan itu  Kementerian Perhubungan melayangkan teguran kepada Garuda Indonesia pada  September lalu. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.