Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dihabisi Erick
Garuda Busuk dari Kepala sampai Leher
Minggu, 8 Desember 2019 08:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Erick Thohir menepati janjinya. Menteri BUMN itu tak hanya memecat Ari Askhara dari kursi Dirut Garuda Indonesia terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton. Jajaran direksi lain yang terlibat juga ‘dihabisi’. Garuda busuk dari kepala sampai leher.
Kemarin pagi, Erick Thohir kembali melakukan pertemuan dengan jajaran Dewan Komisaris Garuda di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Ikut hadir dalam pertemuan itu adalah Komisaris Utama Garuda Sahala Lumban Gaol.
Setelah pertemuan, Sahala menceritakan pertemuan tersebut menyepakati sejumlah hal. Pertama, memberhentikan sementara para direksi yang terlibat dalam kasus tersebut. Pemberhentian sementara itu akan berlaku hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan 45 hari terhitung dari Senin, 9 Desember 2019.
Sahala menjelaskan, di perusahaan terbuka alias Tbk ada cara memberhentikan direksi. Pertama, memberhentikan sementara oleh Dewan Komisaris. Kedua pemberhentian secara permanen dalam RUPSLB.
Baca juga : Garuda Indonesia Semoga Bisa Kembali Terbang Tinggi
Siapa yang akan menggantikan? Sahala mengatakan pihaknya bakal segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) direksi yang diberhentikan sementara tersebut. “Lagi dibahas posisi terbaik. Sudah ada orangnya,” kata Sahala.
Surat pemberhentian sementara direksi itu sudah ditandatangani oleh Erick Thohir dan Dewan Komisaris yaitu Sahala Lumban Gaol (Komisaris Utama), Chairal Tanjung (Komisaris), Insmerda Lebang (Komisaris Independen), Herbert Timbo P Siahaan (Komisaris Independen), dan Eddy Purwanto Poo (Komisaris Independen).
Sahala juga berpesan agar seluruh pegawai Garuda tetap melaksanakan tugas seperti biasanya dan tidak terpengaruh oleh adanya kasus tersebut. “Pegawai supaya tudak terganggu dengan adanya restrukturisasi ini dan tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para penumpang,” tutupnya.
Lalu siapa direksi yang diberhentikan? Sahala tidak mau membeberkan nama-nama direksi yang diberhentikan. Dia hanya menyebut “direksi yang dipecat adalah mereka yang terlibat secara langsung dan tidak langsung”
Baca juga : Cukup Bayar Bea Masuk, Kasus Harley Bisa Kelar?
Kata dia, nama direksi yang dicopot akan dibeberkan oleh Komite Audit dan dijelaskan secara rinci kronologisnya. “Sekarang lagi dilakukan pendalaman mengetahui motif dan sebagainya.Kami tidak mau terburu-buru,” kata Sahala.
Maskapai penerbangan pelat merah itu punya 7 direktur termasuk direktur utama. Dari informasi Jubir Menteri BUMN, Arya Sinulingga ada empat direktur yang ada di pesawat berisikan Harley Davidson. Mereka tidak mengantongi izin dinas dari Kementerian BUMN. Dari manifest penerbangan diketahui keempat direktur tersebut adalah, I Gusti Ngurah Askhara (Direktur Utama Garuda), Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan Garuda), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha), dan Heri Akhyar (Direktur Capital Human).
Saat Erick dan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan gelar perkara kasus ini, diketahui bahwa penyelundupan Harley dan Brompton dilakukan berjamaah. Bukan hanya satu dua orang. Tapi melibatkan tiga direktur lain. Itu pula yang membuat Erick sedih. Menurut Erick, pemilik motor tersebut adalah AA. AA yang dimaksud sangat mungkin Ari Askhara. Karena itu Erick mencopot Ari. Dari pemaparan diketahui AA memberi instruksi mencari Harley Davidson klasik tersebut pada tahun 2018. Pembelian Harley tersebut baru dilakukan pada April 2019. Proses pembayaran dibantu oleh Finance Manager Garuda Indonesia di Amsterdam, Belanda.
Ketika proses pengiriman Harley Davidson, Direktur Garuda berinisial IJ turun tangan membantu AA. Mengacu pada keterangan Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga, IJ adalah Iwan Joeniarto selaku Direktur Teknik dan Pelayanan Garuda Indonesia.
Baca juga : Tiba di Filipina, Skuad Garuda Putri Siap Gelar Uji Coba
Namun, ketika pesawat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Indonesia pada 17 November 2019 siang, motor dengan harga fantastis tersebut disematkan claim tag berinisial SAW. Mengacu pada manifest penumpang, SAW merupakan Satyo Adi Swandhono, selaku Senior Manager Aircraft Garuda. Sri Mul menuturkan SAW pasang badan untuk AA. Diketahui SAW tidak punya hobi koleksi motor gede.
Dicopotnya Ari dan kawan-kawan disambut para pegawai Garuda. Ketum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Zaenal Muttaqin mengaku, dia dan kolega-koleganya merasa resah selama kepemimpinan Ari Askhara. Penyelundupan komponen motor dan sepeda lipat di dalam pesawat menjadi puncak dari berbagai kontroversi Garuda sejak Ari Askhara memimpin maskapai tersebut.
Menurut dia, kerusakan Garuda tak hanya di kepala tapi sudah sampai leher. Beberapa kebijakan Ari yang membuat awak kabin resah adalah kebijakan jam kerja hingga 18 jam. Gara-gara aturan itu Kementerian Perhubungan melayangkan teguran kepada Garuda Indonesia pada September lalu. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya