Dark/Light Mode

Bantah Ditutup, PT Mandara Permai Sebut Warga Muara Kamal Punya Akses ke PIK

Selasa, 18 Februari 2025 15:52 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Mandara Permai menegaskan, warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, masih memiliki akses jalan ke Pantai Indah Kapuk (PIK).

Hal ini disampaikan menanggapi unjuk rasa massa yang mengatasnamakan warga Kapuk Muara di Jalan Pantai Indah Barat.

“Warga Kapuk Muara selama bertahun-tahun ini sudah menggunakan jalan akses ke PIK menggunakan motor dan berjalan kaki melalui jalan akses ke arah Bundaran Indorent (underpass Ramp off Pluit),” ujar Direktur PT Mandara Permai Sugiarso Tanzil, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Baca juga : Gerindra Bali Ngarep Gabung Wayan Koster

“Kami PT Mandara Permai menyesalkan dan menyanggah berita-berita menyesatkan yang menyatakan bahwa jalan askes warga Kapuk Muara ditutup oleh Pantai Indah Kapuk. Berita itu tidak benar,” tegasnya.

Karena itu, dia menduga, aksi unjuk rasa itu diduga tidak murni aspirasi warga. Tetapi, didalangi oleh pihak lain yang memiliki kepentingan.

Atas Dasar itu, PT Mandara Permai tidak bisa memenuhi permintaan demonstran untuk membuka pagar keliling di dekat Long Beach Pantai Indah Kapuk, atau yang dikenal dengan Jalan Row 47.

Baca juga : Jelang Nataru, Senator Manaray dan Kemenhub Sepakat Awasi Harga Tiket ke Papua

“Soalnya jalan tersebut bukan untuk kepentingan warga, tapi untuk kepentingan perusahaan lain,” tutur Sugiarso.

Dia mengaku PT Mandara Permai selama ini sudah memperhatikan masukan warga Kapuk Muara dengan membuka akses ke Bundaran Indorent (underpass Ramp off Pluit).

Sebelumnya, massa yang mengaku sebagai warga Kapuk Muara menggelar unjuk rasa meminta akses jalan tembus Row 47 kepada PT Mandara Permai di Kamal Muara Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, Jumat siang (14/2/2025) berakhir ricuh.

Baca juga : Bantah KPK, Pengacara Sebut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Tak Melarikan Diri

Menurut Koordinator Lapangan Forum Warga Kapuk Muara Sufyan Hadi, sekitar 200 warga yang akan menyampaikan aspirasi dipaksa mundur oleh tim pengamanan dari perusahaan.

Sufyan mengatakan, pihaknya hanya ingin bertemu dan berdiskusi dengan PT Mandara untuk memberi akses jalan kepada warga dengan membongkar tembok yang mereka bangun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.