Dark/Light Mode

Bantu Masyarakat Akses Sembako Murah

Jika ID Food-KDMP Duet, Warung Pangan Moncer

Senin, 27 Juli 2026 06:40 WIB
Direktur Utama ID Food Ghimoyo. (Foto: Dok. ID Food)
Direktur Utama ID Food Ghimoyo. (Foto: Dok. ID Food)

 Sebelumnya 
Dalam skema tersebut, ID Food memasok produk dengan harga kompetitif. Sedangkan mitra diwajibkan menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). 

“Misalnya terjadi gejolak harga yang tinggi, dia (mitra) tidak boleh menaikkan harga karena dari kami harganya sudah cukup murah. Kira-kira nanti itu yang akan dirasakan masyarakat, yakni ketersediaan dan stabilisasi harga,” terangnya. 

Pada tahap awal, Warung Pangan menyediakan sekitar 12 Stock Keeping Unit (SKU), antara lain beras premium, minyak goreng premium, gula, serta berbagai produk pangan lainnya. 

Seluruh transaksi juga akan dicatat secara digital untuk memetakan permintaan dan kebutuhan pasokan di berbagai daerah. 

Baca juga : Target Mandiri Farmasi, RI Gandeng Mitra Global

Direktur Komersial ID Food Dwi Sutoro menjelaskan, Warung Pangan bukan gerai milik ID Food. Melainkan sistem yang menghubungkan pedagang tradisional dengan jaringan distribusi perusahaan. 

“Mereka dapat melakukan pemesanan produk secara daring, sehingga kebutuhan barang di masing-masing wilayah dapat dipantau secara real time,” ujarnya. 

Hingga akhir 2026, ID Food menargetkan jaringan Warung Pangan berkembang menjadi 25.000-27.000 mitra dengan memanfaatkan 42 cabang perusahaan yang tersebar dari Aceh hingga Papua sebagai basis pengembangan. 

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, inovasi Warung Pangan diharapkan menjadi infrastruktur distribusi yang masif sehingga mampu menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga pangan. 

Baca juga : Ayo Segera Pasang Sensor Otomatis Di Jalan Strategis

Menurut Hanif, ID Food mengemban dua agenda penting. Yakni menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan, sekaligus menjalankan fungsi bisnis sebagai badan usaha perdagangan pangan yang menghasilkan keuntungan. 

“Khususnya melalui pengelolaan komoditas bersubsidi maupun produk komersial,” ujarnya. 

Karena itu, Hanif mendorong ID Food tetap menjalankan fungsi bisnisnya meski mendapat mandat sebagai stabilisator harga pangan. Ia juga menyambut baik kehadiran Warung Pangan dan berharap jaringan tersebut terus diperluas, terutama ke pasar-pasar tradisional. 

Hanif menegaskan, pembangunan KDKMP tidak dimaksudkan untuk mengambil peran ID Food karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam ekosistem pangan nasional. 

Baca juga : Maldini Pilih Pirlo, Mancini Murka

“Kami tidak membentur-benturkan dengan instrumen lain. Seumpama Pemerintah masif membangun KDKMP, cuma mengambil chance atau niche yang masih terputus,” tegasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.