Dark/Light Mode

Pegadaian Perkuat Struktur Modal Kerja

Minggu, 20 September 2020 06:09 WIB
Ilustrasi Pegadian. (Istimewa)
Ilustrasi Pegadian. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pegadaian (Persero) menerbitkan obligasi dan surat utang berbasis syariah (sukuk) mencapai Rp 3,255 triliun. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk memperkuat struktur modal kerja perusahaan.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, obligasi dan sukuk yang diterbitkan perusahaan ditawarkan dengan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), dengan masa penawaran umum 16-17 September 2020.

“Penerbitan ini adalah bentuk Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020, dengan jumlah pokok Rp 2,42 triliun. Dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 senilai Rp 835 miliar,” bebernya, kemarin.

Dia menjelaskan, penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian dengan total nilai Rp 7,8 triliun.

Sedangkan sukuk juga merupakan bagian dari Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian sebesar Rp 2,2 triliun.

Berita Terkait : Begini Kiprah Petugas Sarana di Balik Nyamannya Penumpang Kereta

Adapun obligasi yang diterbitkan terbagi atas dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah pokok Rp 1,295 triliun. Tingkat bunga tetapnya sebesar 5,50 persen per tahun, dalam jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi.

Sedangkan Seri B, jumlah pokoknya sebesar Rp 1,125 triliun dan bunga tetap 6,45 persen per tahun, dalam jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi.

Sukuk yang terbitkan akan dibagi menjadi dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah pokok Rp 704 miliar dengan bagi hasil setara 5,50 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari.

Lalu untuk Seri B, sambung dia, dengan jumlah pokok sebesar Rp 131 miliar dengan bagi hasil setara 6,45 persen dan jangka waktu 3 tahun.

Sementara, pada tahap pertama dan kedua, Pegadaian telah menerbitkan obligasi Rp 1,9 triliun dan sukuk sebesar Rp 600 miliar.

Baca Juga : Politisi Kebon Sirih Sarankan Pemprov DKI Beli Lahan Baru Buat Makam Jenazah Corona

“Selama tahun ini, perusahaan telah menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp 5,755 triliun,” jelasnya.

Dia menambahkan, perseroan menunjuk lima penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk yakni Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas,

Mandiri Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas. Sedangkan Bank Mega akan bertindak sebagai wali amanat obligasi.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Pegadaian Basuki Tri Andayani, kondisi pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Karena itu, pihaknya juga telah memperpanjang program Gadai Peduli untuk masyarakat, yakni dengan gadai tanpa bunga alias bunga nol persen untuk pinjaman sampai Rp 1 juta.

Baca Juga : Bank DKI Raih Penghargaan BUMD Marketeers Award

“Program ini kami perpanjang sampai 31 Desember 2020,” katanya. Dia menuturkan, program Gadai Peduli ini sudah berlangsung sejak Mei 2020.

Sampai akhir Agustus 2020, tercatat program ini sudah dimanfaatkan lebih dari 2 juta nasabah dengan total pinjaman Rp 1,39 triliun.

“Rata-rata pinjaman sebesar Rp 690 ribu. Kami harap ini menjadi solusi keuangan bagi masyarakat di tengah pandemi, yang berdampak pada kondisi perekonomian,” harapnya. [IMA]