Dark/Light Mode

Risiko Kerja Tak Ciutkan Semangat Petugas Sintelis KAI

Kamis, 1 Oktober 2020 11:40 WIB
Risiko Kerja Tak Ciutkan Semangat Petugas Sintelis KAI

 Sebelumnya 
Petugas Sintelis juga harus memiliki Smart Card atau Uji Kecakapan Petugas Sintelis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Sehari-hari, Petugas Sintelis melakukan pemeriksaan dan perawatan peralatan sinyal, telekomunikasi, dan administrasi meliputi perawatan berkala, tidak berkala, korektif, dan lainnya.

Hal ini untuk menjaga agar peralatan sinyal dan telekomunikasi kereta api tetap andal, serta selalu berada dalam kondisi yang baik. Semua aset peralatan persinyalan dan telekomunikasi selalu dirawat, sesuai ceklis secara periodik dengan mengacu pada buku pedoman perawatan ITCS-MS (Indonesia Train Control System Maintenance Standard).

Baca juga : Tangani Covid, BIN Kerahkan Satgas Intelijen Medis

Sebelum melakukan perawatan atau perbaikan peralatan persinyalan yang berkaitan dengan kelistrikan, Petugas Sintelis harus melakukan briefing, pengecekan kelengkapan alat, serta menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap.

Petugas Sintelis juga harus melakukan komunikasi antar personel dalam pekerjaannya. Pekerjaan yang dilakukan harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

Petugas Sintelis harus berhati-hati saat melakukan perawatan dan perbaikan peralatan pendeteksi kereta api karena peralatan tersebut memiliki arus listrik. Jika tidak, dapat membahayakan nyawa. Begitu pula saat berada di jalur KRL, yang memiliki medan listrik lebih tinggi. Harus hati-hati.

Baca juga : Kampuspreuneur, Kiat Pertamina Bangkitkan Semangat Mahasiswa Riau Kembangkan UMKM

Tak kalah penting, Petugas Sintelis juga harus memiliki kondisi tubuh yang fit dan prima. Ia harus siap bekerja dengan sistem shifting untuk merawat peralatan persinyalan sesuai tabel perawatan, memonitor lintas kereta api, dan melakukan pengecekan radiolokomotif untuk pemberangkatan kereta api.

Petugas Sintelis pun harus mampu menangani berbagai gangguan persinyalan. Misalnya saja banjir, yang mengakibatkan alat pendeteksi kereta api tidak berfungsi, kabel persinyalan yang putus akibat oknum yang tidak bertanggung jawab, dan perbaikan palang pintu pelintasan karena ditabrak pengguna jalan raya.

Selain itu, faktor eskternal yang menjadi tantangan tersendiri adalah perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api, khususnya dekat peralatan persinyalan.

Baca juga : Muhadjir: Peran Ilmuwan Sosial di Masa Pandemi Sangat Strategis

Masih ada yang membuang sampah atau membakar sampah sembarangan, sehingga berpotensi mengakibatkan kabel persinyalan yang ada di dalam tanah rusak. Hal itu dapat membuat peralatan persinyalan kereta api menjadi terganggu dan harus segera diperbaiki.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.