Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pelaku UMKM Binaan Pertamina Kilang Cilacap: Menjahit Sebuah Harapan Di Saat Pandemi
Selasa, 20 Oktober 2020 13:05 WIB
Sebelumnya
Tak mau menyerah, Asih yang senang dengan keterampilan menjahit mulai belajar membuat kerajinan tangan seperti tas dan pernak-pernik rumah tangga. “Saya belajar sendiri membuat tas. Caranya, tas yang sudah rusak saya bongkar, lalu saya perhatikan bagian-bagian di dalamnya apa saja dan dari situlah proses saya belajar,” katanya.
Usahanya mulai dikenal luas, setelah pada 2010 lalu mengikuti event Pertamina Expo, sebuah pameran yang rutin diselenggarakan di Gedung Patra Graha, di bulan Desember, rangkaian peringatan HUT Pertamina. “Acara itu luar biasa animo pengunjungnya. Itu adalah salah satu expo yang selalu ditunggu masyarakat. Saya rutin mengikuti tiap tahun dengan biaya stand bayar sendiri dan saya manfaatkan untuk menyebar kartu nama,” lanjut Asih.
Dampaknya, produk kerajinan tangan Asih terutama tas dengan brand AW semakin dikenal luas. Bahkan beberapa kali ia dilibatkan dalam kegiatan pameran, baik di Indonesia maupun luar negeri, seperti Jepang, dan Hongkong.
Baca juga : Petahana Dianggap Memble, Mantu Jokowi Di Atas Angin
Sejak satu tahun terakhir, Asih menjadi pelaku UKM binaan Pertamina RU IV Cilacap melalui Program Kemitraan. Selain pinjaman lunak, Pertamina juga membantu pemasaran produk-produk AW, termasuk menjadikan produk pernak-perniknya menjadi rujukan dan salah satu kerajinan yang direkomendasikan.
Masa pandemi Covid-19 sempat memukul usahanya, akibat ribuan pesanan yang sudah siap kirim dibatalkan oleh konsumen. Namun selalu ada harapan di tengah ketidakpastian. Awal pandemi berdampak pada minimnya pasokan APD baju hazmat dan masker kain, memberi inspirasi bagi Asih.
Ia pun berinsiatif membuat masker kain dan merancang baju hazmat bagi kebutuhan paramedis. “Banyak sekali pesanan baju hazmat seperti dari Baznas 15 ribu, Pertamina pesan 5.000, Dompet Dhuafa pesan 5.000, termasuk Wisma Atlet Jakarta yang menjadi rumah sakit bagi panderita Covid-19 pesan 5.000 baju hazmat,” ucapnya.
Baca juga : Produksi Pertamax di Kilang Cilacap Naik, Konsumsi BBM Ramah Lingkungan Semakin Baik
Saat ini, seiring ketersediaan baju hazmat yang sudah mencukupi Asih kembali para produk-produk kerajinan tangan dan jenis apapun sesuai kebutuhan konsumen. “Masker kain masih tetap memproduksi, hazmat juga masih ada meski tidak sebanyak dulu. Kami juga memroduksi aksesoris untuk sepeda yang saat ini sedang tren, termasuk masker khusus untuk pesepeda,” imbuhnya.
Asih bersyukur, melalui binaan dari Pertamina usahanya semakin maju. “Alhamdulillah, pesanan juga semakin banyak. Pertamina juga sudah banyak membantu, baik pemasaran maupun peningkatan kemampuan, seperti pelatihan digital marketing beberapa waktu lalu,” tambahnya.
Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan menyatakan salah satu tanggung jawab perusahaan selain operasional bisnis adalah memberikan perhatian kepada masyarakat, termasuk kalangan UMKM.
Baca juga : Antisipasi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Latihan Simulasi Kebakaran Di SPBU
“Para pelaku UMKM seperti ibu Asih sangat layak kami bantu. Hal ini karena produk yang dihasilkan juga sangat bagus dan berkelas, serta sisi kebermanfaatan untuk mengangkat perekonomian warga sekitar, ini sangat sejalan dengan semangat Pertamina,” pungkas Hatim. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya