Dark/Light Mode

Terima Aplikasi IMACE, Gubernur Jabar Ajak Pelaku Usaha Gencarkan Ekspor

Senin, 16 Nopember 2020 10:01 WIB
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil melepas ekspor pertanian berupa tanaman hias kaktus dan philondendron serta buah manggis, pekan lalu. (Foto: ist)
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil melepas ekspor pertanian berupa tanaman hias kaktus dan philondendron serta buah manggis, pekan lalu. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian menyerahterimakan aplikasi peta potensi ekspor produk pertanian berorientasi ekspor atau Indonesia Maps of Agriculture Export (IMACE) kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Lembang, pekan lalu.

Aplikasi yang kini dapat diunduh oleh seluruh pemangku kepentingan pertanian di Jawa Barat  itu berisikan data lalu lintas ekspor produk pertanian asal Jawa Barat secara serta merta atau real time.

"Jawa Barat menjadi sentra pertanian andalan, tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pasokan pangan nasional. Dari data aplikasi ini menunjukan sentra pertanian berorientasi ekspornya sangat besar, kita dorong bersama untuk dikembangkan," kata Andi M. Adnan, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati yang hadir mewakili  Kepala Badan Karantina Pertanian, dalam keterangannya, Senin (16/11).

Baca Juga : Bek Muda Persija Salman Alfarid Siap Jalani TC Timnas Indonesia U-19

Menurut Adnan, dari data sertifikasi ekspor karantina yang dikeluarkan pihaknya Jabar  muncul menjadi salah satu sentra terbesar pelaku ekspor komoditas  pertanian khususnya sektor hortikultura, perkebunan dan tanaman pangan. Dan yang menarik, perkembangan ini terjadi justru saat  terjadi pandemi Covid-19.  

Dengan kekayaan florikultur yang dimiliki Jabar dan peluang pasar ekspor tanaman hias yang besar akibat preferensi konsumen di pasar global yang mulai menggemari tanaman hias tropis, maka pengembangan kawasan ini harus segera didorong.

Pihaknya, selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional melakukan upaya terobosan operasional antara lain menyelenggarakan layanan tindakan karantina pertanian 'jemput bola', memberikan bimbingan teknis ekspor dan membuka akses informasi peta ekspor pertanian seluas-luasnya.

Baca Juga : Pengamat UGM: Sekarang, Waktu Yang Tepat Untuk Hapus Premium

"Ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) dengan menggelorakan semangat Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau Gratieks," tambah Adnan.

Lalu bagaimana tanggapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil? Dia menyambut baik aplikasi IMACE.

"Saya mengapresiasi inovasi dari Kementerian Pertanian, sekarang dengan mudah dapat memantau sentra pertanian berorientasi ekspor dan  dapat dengan segera dirumuskan kebijakan pengembangannya, " kata Emil.
 Selanjutnya