Dark/Light Mode

Indeks Dolar Babak Belur, Rupiah Masih Anteng

Jumat, 18 Desember 2020 09:49 WIB
Nilai tukar rupiah. (Foto: ist)
Nilai tukar rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini nilai tukar rupiah dibuka stagnan alias tak bergerak di level Rp 14.108 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan kemarin rupiah berada di level Rp 14.108.

Sementara, sejumlah mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea anjlok 0,50 persen, ringgit Malaysia melemah 0,11 persen, yen Jepang minus 0,15 persen, baht Thailand juga turun 0,17 persen dan dolar Singapura minus 0,06 persen. 

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,70 persen menjadi 89,820. Bahkan posisinya sempat menembus level 90 atau terendah untuk pertama kalinya sejak April 2018.

Baca juga : Keren, Maradona Bakal Terpampang Di Uang Kertas Argentina

Posisi nilai tukar rupiah terhadap euro mengalami penguatan sebesar 0,47 persen di level Rp 17.287, terhadap dolar Australia menguat 0,55 persen di level Rp 10.736 dan terhadap yuan China menguat 0,51 persen ke level Rp 2.164.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi melihat, hari ini rupiah akan tetap positif melihat pergerakan dolar yang terus rendah. Di samping itu kabar stimulus fiskal di AS yang menemui titik terang. Titik terang mulai terlihat dari pembahasan stimulus fiskal di AS setelah Partai Demokrat dan Partai Republik merilis proposal senilai 900 miliar dolar AS.

Di sisi lain, kabar pengesahan hasil pemilu presiden Amerika Serikat juga ikut menekan indeks dolar AS. Terpilihnya Joe Biden menggantikan Donald Trump sebagai Presiden AS semakin memperkuat kemungkinan kebijakan-kebijakan yang pro-market dan semakin memicu pelemahan indeks dolar AS.

Baca juga : Kasus Corona Makin Tinggi, Rupiah Keok Lagi

"Pelemahan indeks dolar tidak sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Ini akan memicu kenaikan harga mata uang lain terhadap dolar AS," katanya dalam laporan, Jumat (18/12).

Selain itu di dalam negeri, Ibrahim menyampaikan pergerakan nilai rupiah ditopang oleh respon positif pelaku pasar terkait pernyataan Presiden Jokowi untuk menggratiskan vaksin covid-19 kepada masyarakat, yang sebelumnya hanya 30 persen saja sedangkan yang 70 persen dibayar secara mandiri.

Keputusan ini diambil setelah presiden menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara “Kabar tersebut disambut baik pelaku pasar, setidaknya pengeluaran masyarakat untuk vaksinasi menjadi nol, dan bisa dialihkan untuk konsumsi lainnya,” jelas Ibrahim.

Baca juga : Paket Stimulus AS Dorong Rupiah Menguat

Selanjutnya, sentimen positif lainnya adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (repo rate) sebesar 3,75 persen.

Keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah bisa menguat terbatas di level Rp 14.090 - Rp 14.130 per dolar AS," tukasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.