Dark/Light Mode

Pemerintah Larang Orang Asing Masuk RI

Industri Penerbangan Bisa Hidup Garap Rute Domestik

Kamis, 31 Desember 2020 08:15 WIB
Ilustrasi penumpang pesawat di bandara (Foto: Bali Airport)
Ilustrasi penumpang pesawat di bandara (Foto: Bali Airport)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan pemerintah menutup pintu masuk Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia, diyakini tidak memberikan dampak signifikan terhadap bisnis industri penerbangan. Sebab, selama ini, rute luar negeri, bukan sumber utama pendapatan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menanggapi santai kebijakan Pemerintah menutup pintu masuk WNA ke Tanah Air. “Kami menyikapi secara positif upaya yang diambil Pemerintah, dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Kami akan patuh pada aturan dan upaya preventif yang telah ditetapkan,” ungkap Irfan kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Garuda Batal Terbang Ke Arab Saudi, Penumpang Bebas Reschedule Tanpa Biaya Tambahan

Ia memastikan, kebijakan itu tidak akan merugikan calon penumpang. Perseroan memberikan keleluasan bagi calon penumpang Garuda yang terdampak kebijakan tersebut untuk mengatur ulang jadwal perjalanannya ke Indonesia. “Kami telah menerapkan kebijakan fleksibilitas untuk para (calon) penumpang yang terdampak,” ungkapnya.

Irfan mengungkapkan, meskipun tidak bisa mengangkut penumpang WNA dari luar negeri, pihaknya tetap menyiapkan layanan penerbangan bagi WNI yang ingin kembali ke Tanah Air.

Berita Terkait : Bos Garuda: Taat Aturan, Nggak Akal-akalan

Vice President (VP) Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan juga mengaku, tidak terlalu mengkhawatirkan dampak kebijakan pemerintah terhadap kinerja perusahaan. Sebab, saat ini pihaknya sangat minim melayani penerbangan internasional di 15 bandara Indonesia kelolaannya.

“Beberapa bandara seperti Bali, Surabaya, dan Lombok yang biasanya paling banyak melayani penerbangan internasional, saat ini masih sangat minim,” ungkap Handy kepada Rakyat Merdeka.
 Selanjutnya